35 Persen Pelanggan Menunggak, PDAM Loteng Ngaku Rugi Rp. 8,5 Miliar

Plt Dirut PDAM Tirta Ardhia Rinjani Bambang Supratomo (kanan) bersama Dirtek Lalu Sukemi Adiantara saat memberikan keterangan persnya di kantornya, Sabtu (27/11). 

PRAYA (NTB),Tatrapost.comPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah berkomitmen dan berupaya untuk terus melakukan perbaikan pelayanan kepada para pelanggannya. Perbaikan demi perbaikan dilakukan, baik perbaikan di internal maupun eksternalnya.

Namun rupanya, perusahaan daerah tersebut mengalami kendala dalam hal penagihan iuran bulanan kepada pelanggan. Tak tanggung-tanggung, dari 54 ribu pelanggan yang ada saat ini, sekitar 35 persen menunggak pembayaran.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng, Bambang Supratomo kepada media usai memperingati Tasyakuran Hari Jadi PDAM ke-30 di kantornya, Sabtu (27/11).

Dikatakan, dari jumlah 35 persen yang menunggak tersebut, jika dirupiahkan angkanya mencapai Rp. 8,5 miliar. Pelanggan tersebut  tersebar di 12 kecamatan yang ada. Terhadap masalah tersebut, pihaknya masih terus melakukan penagihan dengan harapan secara perlahan, tunggakan ini bisa dikurangi.

“Alasannya menunggak, biasa karena air tidak lancar,” aku Bambang.

Ditambahkan, sebenarnya dalam perjanjian kontrak pelanggan dengan PDAM, dicantumkan bahwa jika pelanggan terlambat menyetor iuran lebih dari 20 hari, meterannya boleh dicabut. Namun pihaknya selama ini tidak pernah menerapkan aturan tersebut dan masih melunak kepada pelanggan. Sebab, seperti diketahui selain untuk bisnis, institusi ini lahir dan berorientasi sosial untuk memberikan layanan publik.

“Dari persentase itu, lama tunggakannya bervariasi, ada 3 bulan, bahkan ada yang sampai setahun lebih. Angka yang menunggak ini terhitung sejak beberapa tahun terakhir,” jelas pria yang juga Direktur Umum PDAM Loteng ini.

Bambang pun berharap, agar para pelanggan yang menunggak bisa memahami kondisi keuangan yang dialami institusinya. Dan hendaknya bisa membayar tagihan dengan tertib setiap bulan sesuai waktu yang telah ditentukan. Karena jika angka itu bisa tertagih semua atau setengahnya saja, ada banyak fasilitas infrastruktur yang bisa terbangun. Tentu hajatannya untuk memperbaiki dan mengoptimalkan pelayanan kepada para pelanggan.

“Kami perlahan-lahan terus berbenah, apa yang menjadi keluhan para pelanggan kita perbaiki. Tapi itu tadi, mohon kiranya sekali lagi terkait dengan tagihan bulanannya dipenuhi juga,” sambung Direktur Teknik PDAM Loteng, Lalu Sukemi Adiantara. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *