Pariwisata

450 Calon Marshal Sirkuit MotoGP Mandalika, Mulai Dilatih

Para peserta pelatihan pendidikan Marshal saat dilatih di Gedung Dispora Loteng, Selasa (6/4).

PRAYA,Tatrapost.com Menghadapi event MotoGP, ratusan pemuda pemudi asal Lombok Tengah (Loteng) dan NTB umumnya mulai diilatih pendidikan Marshal di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng, Selasa (6/4). Jumlah peserta pelatihan tak tanggung-tanggung, sebanyak 450 orang yang sebagian besar kelompok pemuda (laki laki). Mereka dididik untuk memahami tugas dan fungsi Marshal.

“Setelah pelatihan ini akan ada lagi pelatihan lanjutan namun nanti setelah sirkuit jadi,” kata Dyan Dilato, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit.

Dyan menjelaskan, bahwa para petugas Marshal sebagian besar adalah pekerja sukarela yang bertanggung jawab atas keselamatan para pesaing balap motor. Mereka ditempatkan di berbagai titik bahaya di sekitar trek balap untuk membantu peserta jika terjadi tabrakan, kecelakaan, atau masalah trek. Marshal juga kata dia, dikenal sebagai pekerja lapangan, pekerja sudut, kru sudut, marshal belok, marshal sudut, pekerja keselamatan lintasan atau (dalam reli). Setiap Marshal harus memahami tugas dan fungsinya terutama memahami penggunaan bendera.

Untuk menjadi marshal lanjutnya, terutama sekali harus smart dan lincah karena seorang marshal terutama flag marshal bisa memeggang sampai 8 bendera dengan warna yang berbeda.

“Jadi dia harus terus memperhatikan jalannya race terutama di dalam areanya,” ungkap Dyan.

Dikatakan, warna-warna bendera yang di pegang oleh flag marshal/petugas bendera mempunyai arti sendiri-sendiri. Diantaranya, Bendera Merah artinya Balapan dihentikan semua pembalap
kembali ke Grid atau Pit.
Bendera Kuning yakni tanya peringatan untuk hati-hati karena ada kejadian di depan dan pembalap tidak boleh menyalip. Misalnya terjadi insiden tabrakan, dan lainnya. Dan Bendera Kuning strip Merah dikibarkan apabila di dalam lintasan ada benda. Misalnya pecahan dari bagian body kit mobil, ada oli di lintasan dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk Bendera Hijau menandakan Lintasan aman, boleh menyalip. Berikutnya untuk Bendera Putih menandakan selain kendaraan pembalap ada kendaraan lainnya di dalam sirkuit. Misalnya ada Mobil derek, ambulance. Sedangkan tanda Bendera Hitam dikibarkan selalu diikuti papan no star peserta. Karena adanya hukuman atau diskualifikasi, peserta tersebut harus keluar dari lintasan.

“Untuk Bendera Biru dikibarkan untuk memberitahukan kepada pembalap bahwa di belakangnya ada mobil yang akan over lap.
Sedangkan Bendera Hitam Bulatan Oranye berfungsi untuk memberikan perintah agar para peserta balapan segera masuk ke pit dan selalu diikuti oleh
papan no start,” jelasnya.

Dyan juga menerangkan, bahwa selain flag marshal ada beberapa petugas marshal yang bertugas di dalam lintasan sirkuit. Seperti Course Marshall. Course Marshall katanya, bertugas menjaga lintasan agar selalu dalam keadaan layak untuk lomba dan membantu apabila ada kendaraan
peserta yang mengalami gangguan. Sedangkan Paddock Marshall bertugas apabila diperlukan membantu peserta baik itu informasi dari pimpinan lomba atau hal-hal lain selama peserta berada di Paddock area. Demikian untuk Pit Marshall bertugas untuk membantu dan menjaga area Pit agar senantiasa dapat digunakan oleh peserta. Sehingga peserta yang akan ke grid posisi tidak mengalami hambatan.

“Lap Scorres tugasnya untuk memberitahukan jumlah lap yang sudah dilalui kepada peserta dan Starter. Sedangkan untuk Finisher bertugas untuk melakukan tanda start dan finish kepada peserta,” bebernya.

Lebih jauh diutarakan Dyan bahwa, yang dilatih sekarang ini berjumlah 450 orang dengan sistem gelombang agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu, sebelum dilatih calon Marshal juga di swab terlebih dahulu. Termasuk mengatur jarak antara satu peserta dengan peserta yang lain.

Untuk diketahui juga, di Sirkuit Mandalika nanti pihaknya membutuhkan tenaga 340 orang. Namun kini yang sudah mendaftar sebanyak 500. Sehingga akan ada yang gugur.

“Kita punya sekitar 17 pos nanti. Satu pos itu jumlahnya 10 orang Marshal,” ungkapnya.

Seorang Marshal lanjutnya, dituntut disiplin dan kerja keras. Karena sebelum pertandingan, Marshal harus stand by di pos masing-masing dan akan dichek oleh petugas kesiapannya.

“Mereka harus berdiri di pinggir lintasan untuk di chek kesiapannya baru kemudian ditempatkan di pos masing-masing,” ungkapnya. (TP-01)

Kerjasama Humas dan Protokol Setda Loteng dengan Tatrapost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *