Desa

64 Cakades Deklarasi Pilkades Damai dan Taat Prokes Covid-19

Cakades dari 16 desa yang bakal menggelar Pilkades di Loteng saat mendeklarasikan Pilkades Damai dan Taat Prokes Covid-19 di Ball Room Lantai 5 Kantor Bupati, Senin (21/12).

PRAYA,Tatrapost.com Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  serentak di 16 desa di Lombok Tengah (Loteng) pada Rabu, 23 Desember 2020 mendatang. Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng menggelar acara Deklarasi Pilkades Damai dan Taat Protokol Kesehatan (Prokes) di Ball Room Lantai 5 Kantor Bupati, Senin (21/12).

Deklarasi damai tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Loteng, Kapolres, Kasdim 1620, Penjabat Sekda, Perwakilan dari Kejaksaan, Direktur Penataan dan Administrasi Pemdes Kemendagri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng dan seluruh Calon Kepala Desa (Cakades) yang ada di 16 desa tersebut.

Kepala DPMD Loteng, Jalaludin menjelaskan, bahwa deklarasi damai ini sudah menjadi tradisi Pemkab Loteng sebelum pelaksanaan atau menjelang penghitungan suara dilakukan. Tujuannya kata Jalal, yakni untuk menyukseskan Pilkades serentak secara aman, damai, tertib dan lancar. Selain itu bagaimana ini bisa dijadikan ajang membangun komitmen bersama semua pihak tentang pelaksanaan Pilkades sesuai dengan Prokes Covid-19. Termasuk juga bagaimana agar komitmen bersama antara semua Cakades bisa terbangun dari awal dengan harapan saat pelaksanaan dan setelah selsai Pilkades tetap menjaga keamanan dan ketertiban di desa.

“Dan Pilkades tahun ini merupakan Pilkades gelombang ketiga atau terakhir di Loteng dalam kurun waktu 6 tahun sejak tahun 2016. Atau sejak berlakunya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tengang desa,” terang Jalal.

Pria asal Desa Kawo ini juga menambahkan, sesuai dengan UU desa diatur bahwa pelaksanaan Pilkades secara serentak itu dilaksanakan secara bergelombang  paling banyak tiga kali dalam jangka waktu 6 tahun. Atas aturan inilah, pihaknya dari awal sangat menginginkan juga agar pelaksanaan Pilkades dilaksanakan awal tahun ini. Hanya saja, karena adanya pandemi sehingga mengharuskan adanya penundaan pelaksanaan hingga Desember ini.

“Adanya penundaan sampai dua kali kemarin itu, sangat mengkhawatirkan kami di kabupaten. Tapi alhamdulillah, tahun ini tetap bisa kita laksanakan walau memang diakhir tahun,” ujarnya.

Lebih jauh ia sampaikan, bahwa adapun 16 desa yang bakal Pilkades tersebut diantaranya, Desa Gapura, Pengengat dan Desa Mertak Kecamatan Pujut. Berikutnya Desa Banyu Urip, Bonder dan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat (Prabar). Selanjutnya Desa Beleka dan Desa Bilelando Kecamatan Praya Timur (Pratim) serta Desa Beraim dan Desa Jurang Jaler Kecamatan Praya Tengah (Prateng). Selain itu, Desa Darmaji Kecamatan Kopang, Desa Pendem Kecamatan Janapria, Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara (BKU) dan Desa Jelantik Kecamatan Jonggat. Kemudian Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) dan Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata.

“Dari 16 desa ini terdiri dari 64 Cakades,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri juga menerangkan, pelaksanaan Pilkades ini merupakan suatu proses yang harus dialui karena itu merupakan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Dimana, Indonesia sebagai sebuah negara demokrasi, untuk mencari seorang pemimpin harus melalui pemilihan secara demokrasi. Untuk itu, ia berharap agar amanah peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut bisa dilaksanakan dengan aman, damai, kondusif dan lancar. Artinya, siapapun terpilih dan tidak terpilih nantinya, hendaknya menjaga Kamtibmas di desa masing-masing.

Wakil Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri saat ikut menandatangani kesepakatan 64 Cakades untuk siap menjalankan Pilkades Damai dan Taat Prokes Covid-19. 

“Pilkades ini hanya jalan atau proses untuk mendapatkan pemimpin di tingkat desa, bukan tujuan. Jadi, dari 64 Cakades di 16 desa yang Pilkades ini, pasti hanya 16 orang yang akan terpilih. Tentu akan ada 48 orang yang tidak terpilih. Bagaimana rekan-rekan yang tidak terpilih nanti tetap menjaga Kamtibmas dan yang terpilih menjaga pendukungnya agar tidak memeriahkan kemenangan dengan cara yang berlebihan,” pesan Ketua DPC Gerindra Loteng ini.

Dalam acara tersebut, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho juga menyampaikan beberapa hal kepada para Cakades. Diantaranya, Kapolres berpesan agar Cakades harus bisa menghadirkan saksinya masing-masing di TPS. Sehingga ada keterwakilan dari Cakades untuk menghindari terjadinya polemik. Artinya, Pilkades bisa berjalan lebih aman, jujur, tertib, lancar dan kondusif.

“Jadi kehadiran para saksi di masing-masing TPS untuk menghindari fitnah dan menghindari dugaan kecurangan,” kata Kapolres.

Lanjut Kapolres, pihaknya sudah menyiapkan tenaga pengamanan baik dari Polres, Kodim dan Pol PP dan personel BKO dari Polda NTB yang semuanya nantinya berjumlah  1.000 lebih personil. Itu dilakukan karena ia ingin memastikan Pilkades ini bisa berjalan seperti pelaksanaan Pilkada lalu.

“Kuncinya bukan di kami, tetapi dari para Cakades yang berkompetisi,” ujar Esty.

Dia juga berharap kepada para Cakades, baik tim pemenangan maupun simpatisannya untuk tidak melakukan upaya-upaya provokatif. Karena seluruh Cakades yang mencalonkan dirinya merupakan putra-putra terbaik Loteng. Namun kepastian dari ikhtiar dari para calon akan ditentukan besok pada hari Rabu Tanggal 23 Desember 2020.

“Kami dari seluruh unsur pengamanan yang berjumlah keseluruhan 1.000 lebih itu sebagai wujud keseriusan kami dalam pengamanan Pilkades. Ini untuk menjamin terselenggaranya Pilkades yang aman, tertib dan lancar,” tutup Esty.

(tar/Tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *