HuKrim

Cabuli Gadis di Bawah Umur, 3 Remaja di Lombok Tengah Ditangkap Polisi

Tiga pelaku pencabulan saat diamankan di Polres Loteng, Sabtu (25/9). 

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.com Nasi sudah jadi bubur, mungkin pepatah inilah yang pantas disematkan dalam peristiwa yang satu ini. Seperti yang dilakukan oleh tiga pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Dusun Lendang Lok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah itu. Hingga akhirnya mereka diringkus Tim Puma Polres Loteng.

Korbannya ialah siswi di salah satu SMP di Loteng. Terduga pelakunya ialah tiga orang remaja. Salah satu diantaranya merupakan kekasih korban.

Seperti yang diceritakan Kapolres Loteng, AKBP Heri Indra Cahyono melalui Kasatreskrim Polres Loteng IPTU Redho Rizki Pratama, bahwa pada Sabtu (25/9) kemarin sekitar pukul 21.30 Wita, Tim Puma Polres Loteng melakukan penangkapan terhadap pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Dasarnya ialah laporan polisi LP/B/364/IX/2021/SPKT/POLRES LOMBOK TENGAH/POLDA NUSA TENGGARA BARAT.

Dikatakan Kasat, bahwa korban inisial EJ (16) berasal dari Dusun Gelondong, Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya. Adapun kejadian bejat ketiga pelaku terjadi pada Kamis, (16/9) di Dusun Lendang Lok, Desa Kopang Rembiga,  Kecamatan Kopang, Loteng.

“Ketiga pelaku diantaranya, PMD (20) asal Dusun Lendang Lok, Desa Kopang Rembiga, IH (18) serta JS (18) yang keduanya berasal dari Dusun Gonjong, Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang,” jelasnya.

Kasat menyampaikan kronologis kejadian yaitu pada Rabu (15/9) lalu sekitar pukul 14.00 Wita,  korban diajak oleh pacarnya inisial PMD. Dimana, saat itu PMD ditemani oleh temanya inisial IH dan JS untuk berfoto di Embung Sade. Setelah selesai berfoto, korban diajak ke rumah PMD di Dusun Lendang Lok, Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Loteng. Tak lama sesampainya di rumah pelaku, korban dipaksa untuk melakukan persetubuhan secara bergiliran. Atas jadian tersebut, korban pun merasa keberatan dan melapor ke SPKT Polres Loteng.

Bergerak cepat, tim pun melakukan penangkapan para pelaku di rumahnya masing-masing. Dari hasil interogasi, ketiga pelaku mengakui telah menyetubuhi korban secara bergiliran. Selanjutnya, ketiga pelaku tersebut dibawa ke Polres Loteng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 76d Jo 81 ayat (1) dan atau ayat (2) UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke II atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,” tutup Kasat. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *