Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Selebung Batukliang Hangus Terbakar

Sahdan (50) tahun, warga asal Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Loteng hanya bisa pasrah atas musibah yang menimpanya

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.com Dimusim kemarau ini, di beberapa tempat banyak terjadi kebakaran. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di sebuah  rumah di Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kejadiannya pada Rabu, 20 Oktober 2021 sekitar pukul 21.00 Wita. Adapun identitas korban yaitu Sahdan (50), warga asal Dusun Lendang Paok, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. 

Terhadap kejadian tersebut, polisi telah meminta keterangan saksi atas nama Repini, perempuan (40) asal Dusun Lendang Paok yang tak lain merupakan Istri pemilik rumah.

Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Batukliang IPTU Gede Gisiyasa menyampaikan kronologis kejadiannya. Dimana awal mula kejadian, Repini melihat ada percikan api di atas atap rumahnya.  Atas kejadian itu kemudian ia menyampaikan kepada sang suami yaitu Sahdan untuk segera memadamkan api tersebut. Akan tetapi, karena api dengan cepat merambat ke sebagian atap, korban tidak bisa memadamkan api tersebut. Korban pun berteriak minta tolong kepada warga sekitar hingga beberapa warga berdatangan untuk membantu memadamkan. Hingga akhirnya api berhasil di padamkan, sekitar pukul 21.30 Wita.

“Atas informasi tersebut, anggota yang piket dari Polsek Batukliang mendatangi TKP untuk membantu evakuasi serta memadamkan api sekitar pukul 21.58 Wita,” tuturnya.

Dikatakan, mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Loteng datang ke TKP sebanyak 2 unit untuk membantu membersihkan puing-puing bekas kebakaran agar tidak menimbulkan percikan api kembali. Dari kejadian tersebut, Kapolsek menduga kebakaran terjadi disebabkan akibat terjadinya korsleting listrik dari sambungan kabel yang ada di atap rumah korban.

“Dugaan kita sementara, kebakaran terjadi karena korsleting listrik,” sebutnya.

Mantan Kanit Tipikor Polres Loteng ini menyampaikan, bahwa akibat kebakaran tersebut korban mengalami kerugian ratusan juta. Dimana diantaranya berupa 1 unit rumah yang terbakar total dengan kisaran kerugian Rp. 100 juta lebih, 3 buah Dipan/tempat tidur sekitar Rp. 9 juta, 2 buah sofa sekitar Rp. 3 juta, 3 buah lemari sekitar Rp. 9 juta dan pakaian. Selain itu, ada juga surat-surat berharga, uang tunai Rp. 20 jutaan, 1 unit televisi 21 merk Poliytron, padi sekitar 2 kwintal dengan harga sekitar Rp. 1 juta dan peralatan dapur dengan harga sekitar Rp. 3 jutaan.

“Akibat dari peristiwa kebakaran tersebut, korban di perkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta,” tutup Kapolsek. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *