Diduga Jual Pupuk Diatas HET, Gempar NTB Laporkan Oknum Pengecer di Kopang ke Polisi

Ketua dan Sekretaris LSM Gempar NTB saat melaporkan oknum pengecer di Kecamatan Kopang ke Polres Loteng, Kamis (13/1/2022)

PRAYA (NTB),Tatrapost.comMaraknya permainan jual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Lombok Tengah (Loteng) membuat LSM Gempar NTB geram. Tak hanya bersuara di media, Gempar NTB juga bersikap tegas dengan melaporkan seorang pengecer di wilayah Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang inisial HS dengan nama kios UD Bintang Jaya ke Polres Loteng, Kamis (14/1/2022).

Ketua LSM Gempar NTB, Hamzan Halilintar menegaskan, bahwa keputusan pihaknya melaporkan seorang pengecer ke polisi karena diduga menjual pupuk bersubsidi ke anggota kelompok tani (Poktan) melebihi dari HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Selain itu, pengecer tersebut juga diduga menekan anggota Poktan untuk membeli pupuk non subsidi di saat pupuk bersubsidi sedang di kucurkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, ada dugaan-dugaan lain dilakukan pengecer tersebut yang menurutnya sangat tidak berpedoman pada aturan. Sehingga jelas mencekik petani.

“Laporan kami ini atas dasar aduan dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan,” tegas Hamzan.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum (APH) khususnya Polres Loteng menindak tegas oknum pengecer tersebut. Bila terbukti, proses sesuai hukum yang berlaku dan mendesak dinas terkait agar ijin pengecer UD tersebut dicabut.

“Kami punya data dan fakta di lapangan yang valid. Itu yang kami sertakan tadi di laporan itu. Dan kami akan pantau proses yang berjalan di Polres,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Loteng IPTU Redho Rizky Pratama STK yang dikonfirmasi via Whatshapps pribadinya mengaku belum mengetahui pasti adanya laporan LSM Gempar NTB ke Polres pagi tadi. Itu karena pihaknya sedang sibuk giat penyambutan Presiden RI Joko Widodo yang berkunjung ke KEK Mandalika.

“Kapan laporannya? kalau baru tadi pagi belum tahu. Nanti saya cek laporannya, dari pagi giat PAM Presiden soalnya,” ujar Kasat.

Ditanya perihal banyaknya keluhan petani terhadap melambungnya harga pupuk bersubsidi secara umum, apakah akan jadi atensi Polres untuk penyelidikan, Redho memastikan itu akan dilakukan.

“Iya kalau itu (atensi, Red) sudah pasti,” singkatnya.

Sementara itu, merasa nama baiknya dicemarkan, pengecer UD. Bintang Jaya HS membantah menjual pupuk bersubsidi di atas HET. Bantahan itu disampaikan oleh pimpinan UD. Bintang Jaya itu pada Kamis (13/1/2022) seperti dilansir Talentafm.com sebelumnya.

Selaku salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Loteng yang sebelumnya diduga melakukan penjualan pupuk subsidi di atas HET sesuai hasil investigasi LSM Gempar NTB, ia dengan tegas membantah itu semua.

“Maaf, jadi tiang merasa bingung dengan LSM Gempar. Tiba-tiba datang mendorong pintu pagar luar tiang, waktu itu tiang sedang Salat magrib. Jadi tiang sekeluarga merasa terkejut dan tiang tidak pernah menjual pupuk subsidi dengan harga Rp. 500 ribu/kwintal seperti yang disebarkan oleh LSM tersebut melalui media dan ini mencemarkan nama baik saya sekeluarga,” kata HS.

Dan pihaknya juga punya jaminan video foto terkait permintaan maaf langsung dari LSM terebut di depan banyak orang.

Atas hal tersebut, ia dan sekeluarga hingga saat ini merasa tidak nyaman dan tidak tenang dengan pemberitaan tersebut. Dan untuk diketahui katanya, pupuk yang diambil oleh petani tersebut seperti pengakuan dari Gempar NTB, bukan pupuk urea subsidi 50 kilogram saja. Namun ada pupuk Petroganik dan Pupuk Urea Non Subsidi yang dia ambil sama petani tersebut.

“Makanya dia bayar degan seharga 250 ribu,” bebernya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *