Empat IRT Diduga Rusak Pabrik Tembakau, Polda NTB: Polisi Tidak Pernah Lakukan Penahanan

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto

MATARAM—Marak dan viralnya kasus pengerusakan pabrik atau gudang tembakau, diduga dilakukan oleh empat ibu rumah tangga atau IRT di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) yang berujung penahanan bersama dua anak di bawah umur lima tahun (balita), menjadi atensi Polda NTB.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto tak ingin kasus tersebut menjadi bola liar, yang menggelinding mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kombes Pol. Artanto melalui siaran persnya, Sabtu (20/2) malam, menegaskan bahwa pihak Polres Loteng yang menerima laporan kasus pengerusakan sesuai Pasal 170 KUHP itu, telah melakukan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

“Pihak Polres Lombok Tengah telah melakukan lebih dari dua kali mediasi kepada kedua belah pihak untuk penyelesaiannya. Namun tidak ada titik temu dan kesepakatan, kemudian penyidik melanjutkan ke proses penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ungkapnya.

“Selama proses itu (penyidikan dan penyelidikan, red) Polisi tidak pernah melakukan penahanan,” tegasnya.

Sehingga lanjut Kombes Artanto, pihak Polres Loteng melanjutkan laporan menjadi berkas perkara. Setelah dinyatakan P21(Lengkap), berkas tersebut diserahkan dan atau dilimpahkan penanganannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya.

“Jadi, saya tegaskan kembali bahwa tidak ada penahanan selama proses hukum yang dilakukan Polres Lombok Tengah,” tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho ketika dikonfirmasi Tatrapost.com, bahwa pihaknya sedari awal sudah memberikan ruang mediasi kepada kedua belah pihak. Akan tetapi, tidak pernah ada titik temu. Sehingga pihaknya pun tidak bisa berbuat lebih banyak.

“Terkait berita ini kami (Polres, Red) sudah melakukan beberapa kali upaya untuk mediasi kedua belah pihak, tapi tidak ada titik temu alias gagal,” tutupnya.

(tar/Tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *