Forum Keserasian Sosial Marong Gelar Dialog Tematik, Ini Tujuannya

Anggota DPRD Provinsi NTB H Ruslan Turmuzi didampingi Kades Marong Lalu Santiaji saat meletakkan pemasangan batako pertama pembangunan Bale Mediasi yang digelontorkan melalui program aspirasi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat SH, Kamis (14/10). 

LOMBOK TENGAH (LOTENG),Tatrapost.com Forum Keserasian Sosial (FKS) Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, NTB menggelar Sarasehan-Dialog Tematik pada Kamis (14/10) lalu.

Dengan tema ‘Kebersamaan dalam Keragaman Mampu Menciptakan Keharmonisan serta Mencegah Konflik Sosial Masyarakat, kegiatan itu bertempat di kantor desa setempat.

Kegiatan dialog ini menghadirkan pemateri dari Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Sosial Provinsi NTB, pihak DPRD Provinsi hingga DPR RI dan diikuti oleh sejumlah elemen pemerintahan desa dan berbagai lapisan masyarakat yang ada di Desa Marong.

Kepala Desa Marong, Lalu Santiaji menyampaikan, bahwa program dari Forum Keserasian Sosial (FKS) ini diawali dengan sarasehan atau dialog. Dengan maksud untuk membangun kembali budaya gotong royong sehingga tercipta keserasian sosial. Ia pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial, Pemprov, Pemkab dan wabil khusus anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat SH yang selain menggelontorkan program seperti ini, ia juga menggelontorkan aspirasinya ke Marong dengan membangun Bale Mediasi. Dimana, ini juga bagian dari Program Keserasian Sosial Kementerian Sosial RI.

“Terimakasih para pihak yang telah mendukung program dan kegiatan ini terlaksana di Desa Marong. Alhamdulillah, kami bisa berkesempatan merasakan manfaat dari Program Keserasian Sosial ini,” ucapnya.

Kasi Bencana Sosial pada Dinas Sosial NTB, Amran mewakili Kadis juga menyampaikan, tujuan dari program ini ialah untuk menciptakan suatu tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati. Sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara masyarakat.

Ia juga berharap, pelaksanaan program Keserasian Sosial di Marong ini dapat berjalan secara maksimal dan bermanfaat, baik bagi pelaku konflik jika ada maupun bagi masyarakat di lingkungan sekitar. Artinya, program ini ke depan harus memberikan output jelas. Dimana, peran masyarakat untuk menumbuhkan kebersamaan, persaudaraan, upaya mencegah konflik sosial dan kesenjangan sosial yang kerap terjadi di kehidupan pedesaan, harus terlihat.

“Konflik-konflik sosial ini harus kita urai bersama. Mari kita fokus juga pada potensi Desa Marong, ayo perkuat kreativitas pemudanya, budaya dan adat istiadatnya,” ajaknya.

Sepintas Amran juga melihat, Desa Marong punya potensi wisata juga. Potensi ini jika dikelola dan digali serius, akan mampu menjadi daya dukung peningkatan ekonomi masyarakat. Jika perekonomian masyarakat membaik, pendukung juga bagi keharmonisan, keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

“Sekali lagi, mari para kepala dusun, kita rawat harmonisasi, kebersamaan, jaga Kamtibmas, kerukunan antar sesama ini dengan baik. Jika ditemukan banyak perbedaan dalam berinteraksi sosial, itu hal biasa, perbedaan itu indah, mari kita rawat dengan baik,” pintanya. 

Sementara itu, Staf Khusus H Rachmat Hidayat, DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Lalu Candra Yudistira yang hadir dalam sarasehan tersebut menyampaikan, program  keserasian sosial ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah yang ingin kehidupan masyarakat harmonis, terutama di pedesaan. Adapun kenapa dipilih Desa Marong sebagai sasaran program, bukan karena Marong desa yang sering berkonflik. Tapi lebih pada maksud secara umum, dimana daerah ini yang rawan konflik.

“Ini untuk bagaimana kita lebih mengoptimalkan Kamtibmas makanya program ini diarahkan ke Desa Marong,” terangnya.

Pria yang biasa disapa Poci ini juga melanjutkan, dalam rangka itu semua, program penguatan kearifan lokal dan desa wisata juga harus dioptimalkan. Ia pun menyampaikan, keberadaan Bale Mediasi, sanggar seni dan lainnya yang telah di berikan oleh H Rachmat Hidayat, hendaknya bisa menjadi pendukung itu semua.

“Semoga ke depan akan banyak program yang bisa disalurkan untuk mendukung ketahanan ekonomi, keberagaman dan keserasian sosial di Desa Marong,” ujar pemuda yang juga kelahiran Desa Marong ini.

“Keharmonisan dan rasa kebersamaan itu akan tumbuh manakala pemimpin itu bekerja melayani masyarakat dengan ikhlas. Ayok rekan-rekan Kepala Dusun dan unsur pemerintah desa lainnya, kita ikhlas melayani masyarakat,” sambung Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil 8 dari Fraksi PDI Perjuangan, H Ruslan Turmuzi yang hadir dalam sarasehan tersebut.

Ruslan mengajak Pemdes menjalankan pemerintahan yang baik, tingkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat. Karena baginya, apapun persoalan masyarakat jika ada sentuhan sosial dan perhatian pemerintah, persoalan itu akan menemukan jalan keluarnya. Terlebih, di Desa Marong kaya akan kearifan lokalnya, keberagaman sosial, kerukunan dan demokrasinya berjalan dengan baik. Ia juga menyarankan agar kekayaan itu dijaga, berikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan mudah mempercayai berita hoax yang kerap menghiasi kehidupan sosial masyarakat era sekarang ini.

“Salah satu tantangan kehidupan sosial kita di era serba digital ini ialah maraknya berita hoax yang berseliweran di media sosial. Ini harus dijaga bersama, kalau tidak, bisa fatal akibatnya karena berita-berita hoax yang tampil sangat kejam,” ungkap Ruslan.

Atas apresiasinya terhadap keberagaman yang ada di Desa Marong, Anggota DPRD NTB lima periode ini berjanji bakal mendukung keberadaan kesenian, pariwisata dan akses sosial ekonomi masyarakat melalui programnya. Seperti program perbaikan akses ekonomi masyarakat Desa Marong yang bakal ia berikan pada APBD Perubahan NTB tahun ini. Dimana, pengerjaannya akan dimulai pada akhir Oktober ini.

“Yang terpenting, mari kita jaga kebersamaan dan persatuan dalam upaya menyukseskan terwujudnya keharmonisan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *