Gercep, Tiga Bulan Setelah Berstatus Desa Persiapan, Kidang Baru Ngegas Bangun Kantor Desa

Bupati Loteng HL. Pathul Bahri S. IP saat menghadiri peletakan batu pertama Kantor Desa Persiapan Kidang Baru, Kecamatan Pratim, Rabu (12/1/2022). 

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comSetelah melalui proses, tahapan dan perjuangan panjang untuk mempersiapkan diri menjadi desa persiapan bersama 14 desa persiapan lainnya di Lombok Tengah (Loteng), hingga akhirnya menerima kode register desa persiapan dari pemerintah provinsi sekitar tiga bulan lalu. Desa Persiapan Kidang Baru, Pemekaran Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur (Pratim) gerak cepat (Gercep) berbenah.

Rabu (12/1/2022) kemarin, masyarakat setempat melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan kantor desanya. Selain dihadiri para pejabat desa di desa induk, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Bupati Loteng HL. Pathul Bahri, Sekretaris DPMD Sahri, Camat Pratim HL. Fathurrahman dan sejumlah pihak lainnya.

Kades Persiapan Kidang Baru, Rahmat dalam sambutannya mengutarakan, bahwa antusias masyarakat dengan status desa persiapan ini sangat luar biasa. Terlihat, sejak berstatus desa persiapan hingga dirinya ditunjuk sebagai pejabat sementara (Pjs). Ia pun berharap agar antusias dan kekompakan ini seterusnya terjalin terutama disaat-saat mempersiapkan diri menjadi desa definitif seperti ini. Karena tanpa kekompakan, mustahil apa yang dinanti-nantikan bisa terealisasi.

“Kita harus bersatu apapun yang terjadi terutama disaat kita memulai pembangunan kantor desa ini guna mensukseskan hajat kita bersama untuk menjadi desa definitif. Dan alhamdulillah, dana pembangunan dan pembebasan lahan, bisa terlaksana walaupun atas swadaya masyarakat,” paparnya.

Lebih dari itu kata Rahmat, di Desa Persiapan Kidang Baru ini terdiri dari 700 kepala keluarga, 2.613 jiwa dan dengan luas wilayah sekitar 359 hektare. Adapun sebagian besar mata pencaharian masyarakat yakni pertanian. Dengan demikian, ia mengharapkan petunjuk, arahan dan bimbingan dari Pemdes induk, kecamatan dan kabupaten dalam hal ini DPMD, Bupati dan Wakil Bupati untuk tercapainya hajatan mulia masyarakat yakni untuk segera menjadi desa definitif.

“Terimakasih pak bupati atas kehadirannya. Ini bagian dari petunjuk dan arahan beliau dan pak Wabup sehingga peletakan ini kita lakukan hari ini,” ujar mantan Kasi Trantib Kecamatan Pratim ini. 

Demikian juga disampaikan Camat Pratim, HL. Fathurrahman bahwa, dirinya sangat mengapresiasi antusias dan kekompakan masyarakat dan tokoh-tokoh yang ada di Desa Persiapan Kidang Baru. Pasalnya, dari empat desa persiapan yang ada di Pratim yang kode registernya keluar pada Oktober 2021 lalu itu, Kidang Baru paling pertama mulai membangun kantor desanya. Semoga, antusias ini terus dimunculkan sehingga apa yang dihajatkan untuk segera menjadi desa definitif segera terealisasi.

Yang mana, tidak lain hajatannya yakni untuk mempermudah pelayanan yang selanjutnya berimplikasi pada kemajuan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan dan dampak positif lainnya.

“Dibangunnya kantor desa ini, menjadi awal kemajuan masyarakat kita. Dan alhamdulillah, antusias bapak ibu sangat terlihat. Dari empat desa persiapan di Praya Timur yang masuk di 14 desa persiapan terbaru di Lombok Tengah, Kidang Baru ini paling semangat,” akunya.

Dengan antusias ini, ia berharap statusnya bisa segera berubah dari desa persiapan menjadi desa definitif. Sehingga bisa cepat bersaing dengan desa induk maupun desa lainnya yang lebih dulu definitif. Tentu sekali lagi, kebersamaan dan persatuan seperti ini menjadi kuncinya. Tidak akan ada gunanya Pjs, staf dan lainnya jika tidak dibarengi dengan kebersamaan

“Sehingga kalau seperti ini terus, kami di kecamatan dan kabupaten optimis Kidang Baru ini ke depan bisa menjadi desa maju dan bersaing,” tutup Fathurrahman.

Sementara itu, Bupati Loteng HL. Pathul Bahri mengutarakan, bahwa hajatan pemekaran desa itu salah satunya ialah untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Desa kata dia, merupakan satu kesatuan masyarakat terkecil yang harus maksimal memberikan pelayanan ke masyarakat. Sehingga kaitan dengan itu, makanya Pemkab sejak awal, setelah moratorium pemekaran desa dicabut pemerintah pusat melalui Kemendagri, memberikan keleluasaan kepada desa mengajukan pemekaran. 

“Dan hasilnya, ada 15 desa persiapan yang telah diberikan kode register desa persiapannya pada 2016 dan 14 desa persiapan pada 2021 lalu,” terang Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.

Dikatakan Pathul, bahwa pihaknya tahu persis perjuangan para tokoh yang ada di Kidang Baru. Karena dari dulu warga sering datang ke kediamannya untuk meminta pemekaran desa menjadi tiga. Hanya saja, hajatan itu tidak bisa  terealisasi karena terbentur aturan dari pemerintah pusat. Sehingga untuk sementara ini dimekarkan menjadi dua dulu. Semoga, ke depan pemekaran di wilayah Selatan bisa terealisasi sembari terpenuhinya apa yang menjadi prasyarat pemekaran itu sendiri.

“Pemekaran desa itu tidak mudah dan apalagi ketika memulai membangun kantor desa. Tidak seperti membalikkan telapak tangan, tanpa kebersamaan tidak mungkin terealisasi,” tegas Pathul.

Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan dan menyemangati semangat masyarakat Kidang Baru, dirinya juga mendukung pembangunan kantor desa persiapan ini dengan sumbangan 100 sak semen.

“Kehadiran kita disini untuk sebuah kebersamaan dan saya bantu panitia 100 sak semen,” tutup mantan Wabup Loteng ini. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *