Ekonomi & Bisnis

Gubernur Buka Rakerwil KSPN NTB, Ini Pesannya

Gunernur NTB Dr. Zulkiflimansyah saat membuka Rakerwil KSPN NTB di Hotel D’Max, Loteng, Kamis (01/04/21).

LOMBOK TENGAH—Gubernur NTB, Zulkiflimansyah membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Provinsi NTB di Hotel D’Max Lombok Tengah (Loteng), Kamis (01/04/21). Dalam pembukaan tersebut, Dr. Zul sapaan akrap politisi PKS tersebut berpesan agar FKSPN NTB terus kompak dan terus ikut berkonstribusi membangun daerah.

Katanya, jika ada hal-hal yang dinilai kurang pas dari kebijakan dirinya selaku pemangku kebijakan di NTB pada dunia kerja, ia siap menerima saran dan masukan dari KSPN. Selain itu, ia juga menyarankan agar pengurus KSPN di masing-masing kabupaten kota menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah setempat. Terutama perihal serapan pekerja di sektor-sektor usaha yang berjalan di masing-masing daerah.

“Rakerwil ini ruang dan kesempatan bagi pengurus di kabupaten kota untuk menyampaikan usulan program kerja organisasi,” jelasnya.

Dikatakan, ide-ide kecil yang sederhana yang tidak disadari banyak orang dalam sebuah organisasi itu selalu memberikan kontribusi nyata jika dirangkul dengan baik. Namun akan menjadi malapetaka jika tidak diperhatikan. Oleh karana itu, Zul berpesan kepada pengurus KSPN provinsi dan kabupaten kota untuk terus meningkatkan kinerja, eksistensi dan pelayanan organisasi sesuai dengan tema Rakerda kali ini.

“Semoga apa yang menjadi agenda pembahasan dalam Rakerwil ini bisa menjadi program kerja yang baik untuk kepentingan KSPN,” harapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Hj. Wismaningsih Drajadiah juga menegaskan, bahwa selama ini pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi keberadaan KSPN NTB. Pihaknya juga mengaku sangat merasakan keberadaan KSPN dalam membantu pemerintah memfasilitasi kepentingan pekerja di NTB dengan pihaknya. Ia pun berharap agar kerjasama ini terus terjalin.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 ini, ada banyak tenaga kerja yang terdampak PHK, penurunan gaji dan lainnya. Dengan komunikasi yang baik, bersama FKSPN kita rumuskan upaya-upaya untuk mencari solusi,” terangnya.

Wismaningsih mengaku, saat ini dimasa pandemi terjadi penurunan angka pekerja dan peluang kerja di NTB. Sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan angka pengangguran. Kondisi ini menurutnya harus ada solusi dan terobosan untuk meminimalisirnya. Sebagai salah satu upaya itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti halnya dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB untuk berkoordinasi dengan investor yang masuk. Harapannya, bagaimana tenaga kerja yang dibutuhkan para pemilik modal memprioritaskan pekerja dari dalam daerah.

“Dan Alhamdulillah, hasilnya kini dirasakan para pencari kerja. Semua investor yang masuk di NTB, 60 persen tenaga kerjanya harus dari dalam daerah,” tutunya.

Sementara itu, Ketua DPW KSPN NTB Lalu Iswan Mulyadi menyampaikan, Rakerwil ini terselenggara atas antusias dan kekompakan rekan-rekan pengurus KSPN di 10 kabupaten kota. Makanya, mereka juga hadir hari ini untuk merumuskan berbagai program kerja yang bisa meningkatkan kinerja, eksistensi dan pelayanan organisasi ke depannya. Ia pun berterimakasih atas dukungan dan sinergi yang terjalin dengan pemerintah provinsi.

“Agenda kami selama ini tetap sesuai konstitusi, pihaknya tidak terlalu keras dalam menyampaikan sesuatu aspirasi, saran, masukan maupun pendapat kepada pemerintah perihal dunia kerja,” akunya.

KSPN NTB katanya, lebih mengedepankan komunikasi dan diskusi dengan pemerintah atau pihak penyedia dunia kerja. Ia pun berharap kepada pemerintah bisa terus komit berpihak kepada pekerja. Agar apa yang menjadi harapan pekerja merasa dirangkul dan diperjuangkan pemerintah. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *