Kesehatan

Hendi, Bocah Pengidap Penyakit Aneh di Batunyala Dikunjungi Bupati

Bupati Loteng HL. Pathul Bahri didampingi Kades Batunyala H Zaenudin saat menjenguk Hendi (9), bocah asal Desa Batunyala, Kecamatan Prateng, Senin (29/3).

LOMBOK TENGAH—Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL. Pathul Bahri dengan kesederhanaannya, terus menyambangi warganya yang membutuhkan uluran bantuannya. Senin (29/3) sore, dengan perasaan sangat terharu, ia menengok kondisi Hendi, bocah 9 tahun warga Dusun Batunyala, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah (Prateng).

“Ya Allah,, mudahan cepat sembuh anakku sayang,” kata mantan Wakil Bupati Loteng ini di hadapan orang tua Hendi dan Kades Batunyala.

Bupati kaget melihat kondisi Hendi. Kenapa tidak, diusianya yang masih anak-anak sudah terbaring di kasur kapuk selama 10 bulan lamanya tanpa pernah dibawa ke rumah Sakit ataupun Puskesmas sekalipun untuk rawat inap. Ibunya beralasan, anaknya tidak mau dan menangis saat hendak dibawa ke rumah sakit. Seperti diketahui, Hendi mulai mengidap sakit sejak duduk dibangku kelas 3 di SDN 1 Batunyala.

Hingga kini, Hendi tak bisa menghabiskan masa anak-anaknya seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya. Karena penyakit yang dideritanya tidak diketahui nama dan obatnya. Terlebih, ia tak pernah sekali pun dibawa ke RS. Hendi setiap hari terbaring kaku, kurus kering dengan tulang yang dibalut kulit.

Seperti diketahui, ayah Hendi meninggal dunia 11 bulan yang lalu. Disaat belum genap 40 hari ayahnya meninggal, cobaan dan kesedihan keluarga kecil ini pun kembali dirasakan. Hendi pun jatuh sakit dan tidak pernah bangun hingga saat ini.

“Awalnya dia sakit biasa namun lama kelamaan semakin parah,” tutur Kades Batunyala, H Zaenudin di hadapan bupati.

Dengan kondisi Hendi ini, Pathul Bahri pun memerintahkan kepada Kepala UPT. Puskesmas Batunyala untuk terus mantau perkembangan penyakit Hendi.

“Tolong dipantau dan dirawat, ambil tindakan medis secepatnya,” pinta Mik Hul sapaan akrabnya.

“Mohon doa untuk kesembuhan anak kita Hendi,” sambung Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini.

Dalam kunjungan tersebut, bupati pun memberikan sedikit biaya kepada keluarga untuk pengobatan Hendi. Selain itu, dalam kesempatan tersebut bupati meminta agar Dinas Kesehatan, instansi terkait serta Pemerintah Desa peka terhadap warga yang menderita penyakit aneh seperti yang dialamai Hendi ini. Agar jangan sampai, setelah kondisinya separah ini baru ada upaya penanganan medis.

“Untuk saat ini, ada dua anak yang penyakitnya seperti ini, Hendi dan ada anak di Pringgarata. Kita di kabupaten akan membantu biaya pengobatan keduanya,” terang Hul. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *