Ijazah Paket C Kades Terpilih Selong Belanak Diduga Palsu, Saiful: Kami Siap Buktikan Itu Asli

Ketua Forum Komunikasi PKBM Loteng, Saiful Muslim saat membeberkan bukti-bukti keaslian ijazah Paket C Kades Terpilih Selong Belanak kemarin di Praya. 

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comPolemik dugaan kepemilikan ijazah palsu oleh kepala desa terpilih Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat (Prabar), Kadir Jaelani hingga kini masih jadi polemik. Baru-baru ini, puluhan masyarakat menggelar aksi damai di kantor bupati Loteng.

Terhadap hal tersebut, membuat Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Loteng akhirnya ikut angkat bicara. Bicaranya itu untuk menyangkal adanya dugaan pemalsuan ijazah Paket C yang dikeluarkan oleh anggotanya di salah satu PKBM di Desa Kateng, Kecamatan Prabar, Loteng, pada 2021 lalu.

Seperti yang diutarakan Ketua FK PKBM Loteng, Saipul Muslim, bahwa ijazah Paket C salah satu kepala desa terpilih di Loteng yang dikeluarkan oleh PKBM Sekolah Rakyat adalah asli.

Keaslian ijazah tersebut dapat dia buktikan dengan beberapa bukti. Mulai dari daftar hadir ujian, data dapodik, nilai ujian pendidikan kesetaraan (UPK), hingga berita acara laporan pelaksanaan UPK.

“Dari data-data yang ada, saya pastikan jika ijazah Kepala Desa Terpilih Selong Belanak itu asli,” kata Saipul kepada awak media di Praya, Kamis (29/9/2022) kemarin.

Menurut Saipul, jika memang pelapor menduga ijazah tersebut palsu karena tidak memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), maka itu salah fatal. Karena baginya, NISN Kadir Jaelani yang diduga dipalsukan itu merupakan asli yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Loteng.

“Memang betul siswa yang tidak mempunyai NISN itu tidak diakui sebagai murid, tapi ini ada,” sebutnya.

Masih kata Saipul, ijazah paket C yang dijadikan sebagai syarat mendaftarkan diri sebagai kepala desa oleh Kadir Jaelani tidak ada dasarnya untuk dikatakan palsu. Mengingat, ijazah tersebut diyakini telah memenuhi syarat. Mulai dari daftar hadir ujian, data dapodik, nilai ujian pendidikan kesetaraan (UPK), hingga berita acara laporan pelaksanaan UPK.

“Laporan itu sudah diserahkan di dinas, dan dari laporan itulah dinas dapat memberikan ijazah,” jelasnya.

Saipul juga menyebutkan, pada tahun 2021, PKBM Sekolah Rakyat mengajukan sebanyak 18 nama, namun hanya 13 orang yang dinyatakan lulus.

“13 orang itu termasuk Kades terpilih Selong Belanak Kadir Jaelani,” sebutnya.

Mengenai adanya laporan dugaan pemalsuan ijazah yang ada di Polres Loteng, pihaknya enggan untuk berkomentar. Bagi Saipul, jika ada pemanggilan oleh penyidik maka pihaknya di PKBM siap untuk memberikan keterangan. Bahkan ia juga siap untuk memberikan bukti-bukti yang dia pegang.

“Kami siap untuk dipanggil, dan kami juga bersedia untuk memberikan bukti-bukti,” terang pria asal Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat ini.

Selain itu, sebagai Ketua FK PKBM Loteng, Saipul meminta kepada pelapor untuk menyudahi kasus tersebut.

“Jangan sampai apa-apa ini berlarut-larut. Karena pemilihan juga sudah selsai,” pungkasnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *