Sosial Budaya

Karina, TKW Asal Teruwai yang Sediakan Warung Gratis untuk Anak Yatim

Pengelola Rumah Makan Gratis “Perjuangan TKW” foto bersama Pemdes saat melakukan pertemuan di Dusun Tigo, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Loteng, Rabu (18/8).

Ajak TKW Lombok Berdonasi, Sebar Ratusan Kotak Makanan Setiap Hari

Dimasa Covid-19 ini, semua terasa sulit, terutama ekonomi masyarakat. Kondisi inilah yang membuat Karina, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Tigo, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) tergugah hatinya membantu sesama di tanah kelahirannya dengan cara menggalang dana untuk membuka warung gratis. Untuk kemudian dihajatkan untuk anak-anak yatim, lansia dan fakir miskin. Walaupun ia sedang berada di tanah rantauan, Qatar.

TARNADI–LOMBOK TENGAH

QATAR adalah sebuah negara emirat di Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab, Asia Barat. Di negara inilah, Karina sejak satu setengah bulan yang lalu mencetus ide mulia dengan memulai gebrakan sucinya yang dihajatkan untuk saudara-saudaranya di tanah dimana ia dilahirkan. Tepatnya di Dusun Tigo, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Loteng. Gebrakan sosial itu ialah dengan membuat warung gratis tanpa syarat bagi siapa saja yang ingin makan. Terutama mereka-mereka yang lanjut usia (Lansia), anak yatim dan fakir miskin, Rumah makan tersebut kini dikelola oleh keluarganya di Dusun Tigo.

Selain membuka rumah makan gratis, ia juga menyalurkan ratusan bungkus atau kotak makanan kepada yatim piatu, Lansia dan fakir miskin. Rupanya, makanan itu tak hanya disalurkan ke masyarakat di Desa Teruwai saja namun juga ke berbagai desa di Kecamatan Pujut. Seperti Desa Bangkat Parak, Mertak dan Desa Pengengat. Penyaluran makanan pun dilakukan setiap hari, hanya libur di hari Minggu.

Awalnya, semua itu Karina lalukan sendirian. Namun kini, sudah banyak donatur yang ikut mendanai. Wanita yang sudah sekitar 8 tahun lamanya di Qatar itu, terus mengajak rekan-rekannya sesama TKW asal Pulau Lombok untuk ikut bergabung sebagai donatur yang terus berbagi untuk mereka yang membutuhkan uluran tangannya. Malahan, beberapa dari mereka sudah menjadi donatur rutin setiap bulannya dengan menyetor sekitar Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta perbulannya.

Karina

Tertarik melihat aksi sosial mereka dan dengan komunikasi yang baik, para majikan mereka juga ikut sebagai donatur. Tak hanya itu, mereka juga menjalin komunikasi dengan penduduk yang memiliki jiwa sosial di sana. Sehingga, Rumah Makan Gratis yang diberi nama “Perjuangan TKW” ini bisa menghabiskan dana hingga belasan juta per bulannya.

“Sekarang yang rutin dan aktif mengeluarkan sumbangan sekitar 4 orang. Dan kami sudah punya kelompok beranggotakan 30 orang, kalau ini seikhlasnya mereka keluarkan iuran per bulannya,” tutur Karina melalui sambungan video call dihadapan kepala desa, semua Kadus dan keluarganya di Dusun Tigo, Rabu (18/8) siang kemarin.

Bermodal keterbukaan antar sesama dan berbagi dokumentasi kegiatan berbaginya itu, kini tidak hanya donatur yang ada dalam kelompoknya saja yang menyumbang. Ada juga donatur lain tapi tidak terikat dan rutin dalam memberikan sumbangan. Mereka menyumbang seikhlasnya ketika ada rezeki lebih saja. Tak sampai disitu, Karina juga menggalang dana ke donatur sesama TKW yang ada di negara-negara timur tengah lainnya. Seperti Yordan, Arab Saudi dan lainnya.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang TKW, Karina bersama rekan-rekannya kini punya mimpi bahwa ke depan rumah makan gratis yang ia rintis bisa meluas. Ia bersama rekan-rekannya ingin membuka cabang lagi di beberapa daerah, seperti di Lombok Timur, Lombok Barat hingga Lombok Utara. Itu mereka lakukan dengan harapan bisa memperluas pengabdiannya untuk membantu sesama. Walaupun sebenarnya, sebagai pahlawan devisa negara (TKW) mereka sudah membantu negara.

Para Lansia dan anak-anak yang diberikan makanan oleh tim Rumah Makan Gratis Perjuangan TKW beberapa waktu lalu.

“Kami tidak cari untung, murni untuk berbagi. Aksi-aksi sosial keluarga di Teruwai kami share ke temen-temen dan para calon donatur, Alhamdulillah ada saja sumbangannya yang masuk ke rekening,” ungkapnya.

Karina dan teman-temannya melihat, bahwa di tengah kondisi Indonesia sedang diselimuti wabah virus corona, masyarakat terutama di tanah kelahirannya masih banyak yang hidupnya serba dalam kesusahan. Terlebih, mencari lapangan kerja semakin susah. Keluarga dan masyarakat pun menyambut baik program mereka. Atas dasar inilah mereka berinisiatif membuat rumah makan gratis. Dengan harapan, paling tidak mereka yang membutuhkan bisa merasa terbantu dan menjadi amal ibadahnya disisi Allah SWT. Dan bisa menjadi penyemangat bagi donatur dan para darmawan yang lain di Lombok bahwa pihaknya yang sebagai kuli di negara orang juga bisa berbuat untuk sesama.

“Mohon kami dibantu pak Kades, pak Kadus dan keluarga ku semua di Teruwai untuk menjaga kepercayaan para donatur. Semoga apa yang kami persembahkan kepada saudara kami di sana, bisa membantu dan menjadi penyemangat bagi saudara kami yang lain agar ikut berbagi sesuai kemampuannya,” pinta Karina.

“Kami yang mengelola di sini Insya Allah akan menjaga kepercayaan para donatur. Makanya, setiap pembuatan makanan dan saat penyaluran selalu kami dokumentasikan dan laporkan ke kak Karina,” aku Inaq Bias, adik dari Karina.

Kepedulian Karina dan kawan-kawannya di tanah rantauan sana, mendapat dukungan penuh dari Pemdes Teruwai. Karena walaupun berprofesi sebagai TKW, Karina masih sempat-sempatnya menyisihkan rezekinya untuk berbagi dan memikirkan kondisi kehidupan saudara-saudaranya yang memang sedang dilanda pandemi Covid-19 di Indonesia, terkhusus di Desa Teruwai.

“Kami mewakili Pemdes Teruwai sangat bersyukur dan berterimakasih atas sumbangan Karina dan kawan-kawannya di Qatar. Jujur, kami terharu karena baru-baru ini kami tahu ada program penyaluran makanan gratis ke warga. Sekali lagi terimakasih atas sumbangsihnya ini,” ungkap Kades Teruwai, Haji Arta dihadapan keluarga Karina.

Ia pun merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Dan dari komunikasi dengan pihak pengelola, nantinya penyaluran makanan gratis juga akan menyasar kegiatan Posyandu Lansia, ibu hamil dan anak-anak balita. Karena ini bisa menjadi program penambahan gizi juga.

Selain itu, program sosial yang digagas Karina ini juga akan dijadikan pemicu untuk merangsang rasa kepedulian rekan-rekan aparatur desa. Sehingga nantinya mereka juga bisa ikut berbagi kepada sesama.

“Besok (hari ini) kita juga bekerja sama dengan Rumah Makan “Perjuangan TKW” dalam acara peringatan Rahman Rahim Day untuk menyantuni anak yatim piatu di kantor desa dek,” ujar Haji Arta. (*)

2 Replies to “Karina, TKW Asal Teruwai yang Sediakan Warung Gratis untuk Anak Yatim

  1. Alhamdulillah,, semoga beliau di lapangkan dan di luaskan rezekinya.
    Mudah-mudahan WMGratis berkembang dan meluas di segala arah,,
    Karena niat baikmu hanya allah yg memblsnya.AMIN YA ROBBAL’ALAMIN 🤲 🤲

    Salam dari Rosi sugiarti TKW ARAB SAUDI 🙏🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *