Nasional

KKB Berulah Lagi, Pratu Dedi Hamdani, Prajurit TNI asal Desa Pelambik Lombok Tengah Gugur

Pratu Dedi Hamdani saat di medan tugasnya (foto: Akun facebooknya)

LOMBOK TENGAH, Tatrapost.com Setelah anggota Yonif 400/BR Prada Agus Kurniawan pada Ahad (10/1/2021) lalu meninggal dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kini kembali lagi ada dua pahlawan kusuma bangsa gugur di provinsi bagian timur Indonesia itu. Setelah KKB kembali berulah di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Jumat (22/1/2021) pagi tadi. Mereka berdua ialah Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani. Pratu Dedi Hamdani sendiri merupakan pemuda terbaik Desa Pelambik, Kecamtan Praya Barat Daya (Prabarda), Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bergabung menjadi TNI AD 2016 lalu.

Kepala Penerangan Kogabwihan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengonfirmasi, bahwa ada tambahan prajurit TNI yang gugur dalam kontak senjata yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1/2021).

Dijelaskan Suriastawa, anggota tersebut ialah Pratu Dedi Hamdani yang bertugas di Pos Hitadipa. Dimana ia gugur saat mengejar KKB yang sebelumnya menyerang Pos Titigi, Intan Jaya, Papua. Dimana, dalam kontak senjata di Pos Titigi sebelumnya itu, Pratu Roy Vebrianto gugur karena tertembak di dada kanan.

Sedangkan Pratu Dedi Hamdani yang berasal dari Pos Hitadipa tambahnya, gugur saat melakukan pengejaran kepada KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Titigi. Korban ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa. Di lokasi tersebut, KKB terbilang menyerang Pos TNI Titigi, Distrik Sugapa, dari lokasi yang lebih tinggi.

“Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa,” jelas Suriastawa seperti yang dilansir CNNIndonesia.com.

Suriastawa juga menjelaskan, bahwa kedua prajurit yang gugur itu merupakan anggota Yonif Raider 400 yang sedang bertugas di Intan Jaya dan kini kedua jenazahnya telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika menggunakan helikopter dari Bandara Bilogai, Sugapa.

Untuk diketahui, dari penelusuran Tatrapost.com bahwa, selama 2021 ini sudah terjadi beberapa kali aksi kekerasan yang melibatkan anggota KKB di Kabupaten Intan Jaya. Kontak senjata ini juga pernah terjadi antara Batalyon 400 dengan KKB di Kampung Titigi pada Ahad, 10 Januari lalu. Dimana, saat itu Prada Agus Kurniawan gugur setelah tertembak di punggung.

Atas informasi gugurnya putra terbaik Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tersebut dalam membela keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membuat keluarga dan masyarakat berduka. Terutama yang ada di Dusun Bagik Diwe Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda), Loteng.

Seperti yang diutarakan oleh paman almarhum, H Idham kepada Tatrapost.com ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya bahwa, sampai saat ini keluarga masih kaget dan berduka atas meninggalnya anggota TNI AD lulusan 2016 itu. Kenapa tidak, sejak dipercayakan oleh negara menjadi anggota satuan TNI, Pratu Dedi Hamdani jarang berjumpa dengan keluarga dikampung halamannya. Hal ini pun menambah rasa kangen dari keluarga, terutama bagi sang Ayah Muhdin dan ibunya Sarmiati.

Namun rasa kangen itu pun harus berbuah pahit seketika saat keduanya mendapat informasi jika anak Sulung mereka meninggal dunia di medan tugas.

“Sebelumnya, pada pagi tadi keluarga dapat kabar dari satuannya di Papua kalau Dedi (Pratu Dedi Hamdani, Red) kena tembakan saat saling serang dengan KKB. Dan kita disuruh baca surat yasin sembari berdoa agar luka almarhum tidak terlalu parah dan bisa disembuhkan. Tapi selepas Jumat kita dapat info lagi jika ia meninggal dunia,” tutur H Idham.

Idham pun mengaku, hingga kini keluarga masih sangat terpukul dengan gugurnya anak kebanggan dari keluarganya tersebut. Ia pun berharap agar jenazah almarhum bisa dipulangkan dengan lancar. Dari informasi yang pihak keluarga peroleh dari kepala satuannya di Papua tadi siang katanya, bahwa besok siang, Sabtu (23/1) sekitar pukul 11.00 waktu Papua, jenazahnya akan diberangkatkan ke Jakarta. Dan diperkirakan akan tiba dan transit di Jakarta sekitar pukul 15.00. Dari informasi tersebut juga diketahui bahwa janazahnya akan disemayamkan di Jakarta semalam baru kemudian pada pagi sekitar pukul 08.00 Wita tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL).

“Tadi keluarga sudah dapat kabar jika jenazah anak kami ini akan sampai pagi Ahad. Dan rencana keluarga akan memakamkannya di Pelambik Bakda Zohor,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan ketika dikonfirmasi via Whatshaps pribadinya membenarkan, bahwa ada personil TNI AD asal Lombok Tengah yang gugur di medan tugas di Papua, Pratu Dedi Hamdani. Kini kata Dandim, jenazahnya masih disemayamkan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua dan akan tiba di Lombok pada Ahad pagi.

“Ya mas, rencana minggu pagi tiba bandara Lombok dan bermalam di Jakarta,” singkatnya.

Dari penelusuran Tatrapost.com melalui akun Facebooknya dengan nama Praja Raksaka Raksaka, nampak almarhum Pratu Dedi Hamdani ini merupakan sosok pemuda yang taat pada tuhan yang maha esa, orang tuanya dan menginspirasi. Dari beberapa postingan yang diunggah sejak dalam masa tugasnya, banyak kata-kata bijak yang diunggah yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda pada umumnya.

(tar/Tp)

Berikut beberapa unggahannya di akun facebook-nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *