HuKrim

Komplotan Begal Sadis asal Praya Diringkus Polres Lobar

Tiga pelaku begal asal Praya, Loteng saat digelandang polisi di Mapolres Lobar, Kamis (4/2).

LOMBOK BARAT,Tatrapost.com– Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil meringkus tiga kawanan begal yang terdiri dari dua pelaku utama dan satu orang merupakan penadah. Masing-masing berinisial S (32), kemudian D, serta DA.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus S. Wibowo mengatakan, ketiga tersangka ini merupakan warga asal Praya, Lombok Tengah (Loteng).

“Begal ini terjadi di Jalan Raya BIL II, Gerung Lombok Barat dengan korban dua orang masih berstatus pelajar pada Selasa 12 Januari lalu,” ungkapnya, Kamis (04/02).

Dalam melakukan aksinya kata Kapolres, pelaku merampas motor dan HP milik korban. Untuk memuluskan aksinya tersebut, pelaku tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

“Tidak segan-segan untuk melukai korbannya, sampai melakukan penganiayaan dalam menjalankan aksinya,” ucapnya.

Pada aksi korban di Jalan BIL II itu, pada saat kejadian, ada dua korbannya yang merupakan sepasang remaja. Dimana, saat itu keduanya sedang melintas dan dua pelaku menghampirinya.

“Dimana pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terhadap kedua korban tersebut. Sehingga korban mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.

Berdasarkan peristiwa tersebut, kemudian Jajaran Sat reskrim Polres Lobar bersama Polsek Gerung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang terlibat dalam aksi begal itu.

“Dilakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan barang bukti. Jajaran Polres Lombok barat berhasil mengendus keberadaan pelaku dan melakukan penagkapan di Praya,” imbuhnya.

Tiga pelaku terdiri dari dua pelaku utama dan satu orang yang merupakan penadah, akhirnya berhasil dibekuk. Dalam penangkapan tersebut, pihaknya juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya, serta satu unit HP milik Korban.

“Pada 2 Januari kemarin, dua pelaku berhasil kami amankan, termasuk satu orang penadah. Sedangkan dua lainnya dinyatakan DPO,” bebernya.

Ditambahkan Kapolres, bahaa pelaku diduga berjumlah empat orang dan satu orangnya bertindak sebagai penadah. Sehingga dengan diamankankannya tiga pelaku, menyisakan dua pelaku lainnya masih berstatus DPO.

“Dua pelaku kita tetapkan sebagai DPO. Keduanya berinisial KU dan NU dimana keduanya merupakan residivis,” terangnya.

Dalam kronologi kejadian, ada pelaku yang posisinya sebagai pembonceng pelaku yang lain. Lalu dua orang lainnya bertindak sebagai eksekutor yang menghampiri korban dan merampas barang-barang milik korban.

“Lalu barang-barang tersebut dijual di kawasan Lombok Barat dan terhadap dua orang ini kita akan terus lakukan pengejeran, samapai kita bisa lakukan penangkapan” tegasnya.

Pelaku kini disangkakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (begal) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(tar/Tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *