Kritik Pemda Loteng, Suhaimi Diingatkan Anak Buahnya Jangan Asal Bicara

Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Loteng Lalu Candra Yudistira.  

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comKritikan Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI P) Lombok Tengah (Loteng), Suhaimi SH, Kamis (6/1/2022) lalu ke sejumlah media terkait respon atas mutasi pejabat Eselon III dan IV oleh Pemda Loteng yang dilakukan beberapa waktu lalu. Rupanya mendapat tanggapan pedas dari rekannya satu partai di PDIP Loteng.

Seperti yang diutarakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Loteng, Lalu Candra Yudistira kepada Tatrapost.com di Praya, Senin (10/1/2022) kemarin.

Candra mengatakan, dirinya merasa rada aneh saja dengan konseptual Suhaimi ini yang mengkritisi Pemda. Ini kan pemerintah baru saja melontarkan atau menelurkan kebijakan untuk merekonstruksi sistem kinerja pemerintahan. Namun kok sudah dikritik “jangan pakai kaca mata kuda”.

Selain itu, ia juga melihat kritikan ini lucu. PDIP sebagai partai pengusung kok ujuk-ujuk protes, dimana logisnya?.

“Beliau itu kan tokoh di Lombok Tengah, janganlah asal bicara, itu saja,” sesalnya.

Ditanya perihal kok bisanya terjadi perbedaan ditubuh partainya dalam   mengkritisi pemerintah, Candra berpandangan, bahwa berbeda pendapat itu sah-sah saja untuk membangun dinamika demokrasi yang sehat.

“Menurut saya, tidak pas saja Pemda dikritik terlalu dini,” katanya.

Pemda ini lanjutnya, baru saja mau mulai kinerjanya, sudah mendapat kritikan pedes. Hal ini baginya lucu saja. Seharusnya, dibiarkan dulu bekerja, lalu dilakukan research (analisa) dan analisa program itu dilakukan kepada pejabat yang sekarang, berhasil atau tidak.

“Itu mestinya dilakukan ditahap sekarang,” imbuhnya.

Lebih jauh disampaikan Candra, bahwa kritikan ketuanya ini bak gayung bersambut dengan kritikan yang sebelumnya diutarakan Ketua DPD NasDem Loteng, Ahmad Samsul Hadi. Dua tokoh sentral Loteng itu mengeluarkan statemen yang ke satu arah. Ini perlu dipertanyakan ada apa?.

“Jangan mempermainkan publik lah. Ketua NasDem yang baru di lantik sama Ketua PDIP ini satu frekuensi, apa lagi sama-sama partai pengusung, aneh aja,” tegas pria asal Desa Marong ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPC PDIP Loteng Suhaimi SH mengkritisi kebijakan Pemda Loteng atas mutasi yang dilakukan sebelumnya. Suhaimi kala itu meminta Pemda Loteng tak memakai kaca mata Kuda dalam membuat kebijakan.

Kritikan seperti itu Suhaimi lontarkan dengan maksud untuk menanggapi suara-suara yang muncul dari partai politik dan kelompok relawan sebelumnya. Pada statemen politiknya tersebut, Suhaimi tidak hanya fokus pada mutasi itu saja. Namun juga terkait bagaimana pejabat vital Loteng menanggapi kritik.

“Melihat respon dan kritik yang bermunculan ini, sepertinya Pemda perlu untuk diingatkan lagi agar lebih berhati-hati ketika membuat kebijakan-kebijakan. Tidak sepihak tertutup dengan kacamata kuda,” pesan Suhaimi penuh makna saat memberi pernyataan di hadapan media (6/1/2022).

Masih dalam kaitan yang sama, pria yang juga menjabat Ketua Bapemperda DPRD Loteng ini mencontohkan saat Pemda Loteng ketika melakukan kebijakan mutasi. Menurutnya, haruslah betul-betul melihat kemanfaatan lembaga dengan menempatkan SDM-nya pada posisi yang tepat.

“Kompetensi SDM pada posisi yang sesuai itu memang betul harus dilakukan. Tidak atas dasar keinginan saja, tapi lebih mengedepankan kebutuhan. Bukannya kita ini ingin merubah pola-pola lama dengan semangat kebaruan untuk memajukan Loteng? Jika iya, lalu seperti apa cara yang digunakan sekarang? Wajar banyak orang memberi respon kritik, terutama kita yang sebagai partai pengusung tentu secara moral dan politik ikut bertanggung jawab jika ada yang bertanya,” ujar Suhaimi. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *