Merasa Dizolimi, 31 Juru Parkir Pasar Renteng Bersama SPN Loteng Datangi Dishub

SPN Loteng bersama perwakilan Jukir Pasar Renteng saat bertemu dengan Dishub Loteng, Senin (7/6)

LOMBOK TENGAH,Tatrapost.com Puluhan Juru Parkir (Jukir) di Pasar Renteng, Lombok Tengah (Loteng) bersama Serikat Pekerja Nasional (SPN) DPD Loteng mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) guna mempertanyakan kejelasan polemik pemberhentian Jukir yang lama, Senin (07/06).

Jeni Mamahid Yuswanto, Ketua SPN Loteng menjelaskan, kehadirannya bersama sekitar 31 orang Jukir Pasar Renteng yang diberhentikan secara sepihak membawa lim tuntutan untuk segera ditindak lanjuti Dishub. Mengingat adanya Jukir baru yang sudah di rekrut untuk Pasar Renteng.

“Tuntutan kami dari SPN adalah mempekerjakan kembali Jukir yang diberhentikan sepihak,” ungkap Jeni.

Selain itu kata dia, tuntutan lain yakni meminta kejelasan pelaksana parkiran Pasar Renteng dan meminta Dishub mengatur jadwal Jukir agar terakomodir semuanya, baik yang sudah lama maupun yang baru. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta Dishub melakukan pendataan Jukir.

“Termasuk juga meminta Dishub segera Meng-SK-kan Jukir yang sudah didata,” jelas Jeni usai selesai hearing bersama Dishub.

Sementara Kepala Dishub Loteng, Supardan yang menerima kedatangan rombongan hearing merespon baik apa yang menjadi tuntutan SPN bersama Jukir tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kadishub menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pemberhentian para Jukir yang sudah lama bekerja di Pasar Renteng.

“Jadi bukan pemberhentian sebenarnya, namun mengingat bahwa bangunan Pasar Renteng baru dan ditargetkan 1 miliar PAD dari parkiran jadi dilakukan Uji Petik dulu oleh petugas Dishub selama 2 bulan untuk mengetahui seberapa pendapatan dari parkiran pasar Renteng,” ungkap Kadishub menanggapi.

Terkait 5 tuntutan tersebut yang diminta segera, Supardan mengaku pada Kamis (10/06) mendatang akan mengumpulkan kembali para Jukir di Pasar Renteng. Baik yang lama maupun yang baru untuk melakukan pendataan dan segera meng-SK-kan agar bisa diatur jadwalnya.

“Hari Kamis kami akan undang 31 Jukir dari data SPN dan 14 Jukir dari data Forum Renteng Bersatu untuk segera mendata dan meng-SK-kan mereka agar polemik ini segera selesai,” terangnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *