HuKrim

Modus Baru Pengedar Sabu Jaringan Karang Bagu, Terbongkar

Jajaran Polresta Mataram saat menunjukkan BB dan para pelaku pengedar sabu jaringan Karang Bagu.

MATARAM— Beragam modus peredaran Sabu di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, NTB yang selama ini berhasil diungkap Satreskrim Polresta Mataram. Modus yang selalu berbeda-beda itu diupayakan pengedar Narkoba Karang Bagu, untuk mengelabui petugas. Modus terbaru, sabu diedarkan dengan cara meletakkan barang haram di bawah salah satu pohon pisang di Karang Bagu.

Tapi petugas lebih pintar dan tidak mudah dikelabui. Modus ini terbongkar dengan mendapatkan 10 gram narkotika jenis sabu.

“Ini pengungkapannya di Karang Bagu. Sabu 10 gram ditaruh di bawah pohon pisang,’’ ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Made Yogi Purusa Utama, Senin (29/03).

Sabu tersebut diduga milik tiga pelaku yang turut diamankan. Masing-masing berinisial JN (51 tahun), warga Bagek Polak Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar), MS (21 tahun) warga Karang Bagu, Kecamatan Cakranegara dan RL (23 tahun), warga Monjok Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Berawal dari informasi masyarakat yang dikembangkan petugas. Lalu pada hari Sabtu (27/03) petugas langsung melakukan penggerebekan di Karang Bagu. Disaksikan oleh kepala lingkungan, penggeledahan dilakukan terhadap para pelaku.

“Ada beberapa klip plastik bening juga yang kita dapati di dompet pelaku. Lalu ada uang tunai yang totalnya sebanyak Rp 2.080.000 yang duga hasil penjualan sabu,’’ tuturnya.

Yogi mengakui, modus yang dilakukan pelaku cukup pintar. Tapi gerak gerik pelaku terpantau dan pihaknya berhasil membongkar modusnya.

“Sabunya di simpan di bawah pohon pisang. Pemesannya nanti diarahkan untuk mengambil ke sana kalau sudah dibayar. Sebelumnya sudah kita coba amankan tapi tidak ada barang bukti,’’ bebernya.

Ketiganya dipastikan jaringan pengedar sabu Karang Bagu. Tapi pemasok jaringan ini masih terus dilakukan penyelidikan.

“Itu pemasoknya akan kami kejar. Mereka ini pengedar semuanya,’’ tegasnya.

Ketiga pelaku berperan menjual dan mengedarkan sabu. Barang haram itu dipecah dan diecer.

“Dia dapat bayaran nanti dari bosnya. Setiap poket kecil itu upahnya Rp 10 ribu,’’ katanya.
Ketiganya terancam dijerat dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *