Musorkab KONI Lombok Tengah Ricuh, Panitia Dinilai Diskriminatif

Panitia Musorkab KONI Loteng adu mulut dengan sejumlah pimpinan Cabor dan anggotanya di pintu masuk arena Musorkab di JM Hotel Kuta Mandalika, Kamis (25/3). 

LOMBOK TENGAH—Gelaran Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Lombok Tengah (Loteng) untuk pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia periode 2021-2025 sedang berlangsung di JM Hotel Kuta Mandalika, Kamis (25/3). Dari awal pelaksanaan, pada tahap registrasi peserta Musorkab, sejumlah peserta beserta simpatisannya dan panitia, sempat adu mulut beberapa saat sebelum akhirnya menuai titik temu. Dimana, sejumlah peserta tersebut merupakan pimpinan 6 Cabang Olahraga (Cabor) yang sempat didiskualifikasi menjadi peserta yang memiliki hak suara di  Musorkab. Diantaranya, Cabor PBVSI, PSSI, PBSI, PERPANI, PERSANI dan Cabor IMI.

“Kok aneh sekali panitia Musorkab ini, mendiskualifikasi Cabor berprestasi sepihak dan diskriminatif,” teriak salah satu pengurus PBVSI Loteng, Dian.

Pengurus Cabor PBVSI Loteng ini kembali menegaskan jika dirinya selaku salah satu mantan atlet Bola Voly yang tergabung dalam PBVSI Loteng sangat kecewa dengan keputusan dan sikap panitia Musorkab dan pengurus KONI Loteng yang dinahkodai Plt Ketua KONI M. Samsul Qomar dari awal, jauh hari sebelum pelaksanaan Musorkab. Atas kekecewaan itu makanya dirinya bersama beberapa atlet Bola Voly di Loteng hadir pada Musorkab hari ini. Karena dengan dinamika ini, ia tidak ingin prestasi yang diraih atlet Bola Voly di balas dengan begini.

Adapun sikap yang menurutnya sangat bertentangan dengan aturan yang dijalankan panitia Musorkab ialah sikap panitia yang tidak mempelajari AD/ART KONI secara menyeluruh. Terutama soal alasan melakukan diskualifikasi kepada beberapa Cabor. Mestinya, KONI selaku induk Cabor di Loteng tidak memberikan pelajaran buruk pada generasi olahraga. Terlebih, di tengah adanya semangat dari semua Cabor untuk bangkit menorehkan prestasi sekarang ini.

“Ada yang mengaku jadi pimpinan sidang. Kenapa pimpinan sidang Musorkab dibentuk diluar arena Musorkab. Ini kan aneh sekali,” sesalnya.

“Perlu saya tegaskan, soal siapa yang terpilih jadi Ketua KONI Loteng, itu persoalan lain. Yang jelas saya perjuangkan agar PBVSI ikut jadi peserta Musorkab,” sambungnya.

Senada juga disampaikan salah satu Bakal Calon Ketua KONI Loteng, Lalu Candra Yudistira di hadapan panitia Musorkab bahwa, selaku salah satu Balon ia juga mengaku kecewa. Kekecewaan itu didasari oleh tidak terbukanya panitia Musorkab pada semua Cabor.

“Kok begini cara kerja panitia,” sesalnya.

Adi Bagus Karya, Ketua AFKAB Loteng juga menegaskan, tidak diikutsertakan 6 Cabor ini sebagai peserta Musorkab akan menjadi presiden buruk bagi dunia olahraga Loteng. Untuk itu, ia dengan tegas meminta agar panitia menerima surat mandat 6 Cabor ini sebagai peserta. Perihal siapa yang terpilih jadi ketua, itu persoalan lain dan ditentukan di arena Musorkab. Terpenting juga, Musorkab harus dilaksanakan dengan jujur, terbuka dan sesuai AD/ART organisasi, bukan atas kemauan segelintir orang.

“Tolong panitia jangan buat aturan yang memperkeruh suasana dan diskriminatif,” teriaknya.

Dari pantauan Tatrapost.com, setelah sempat ribut dan ricuh beberapa menit, akhirnya panitia mempersilakan ke-6 pimpinan Cabor tersebut memasuki ruang sidang. Namun dari informasi yang dihimpun, di ruang sidang kembali terjadi perdebatan. Sejumlah pimpinan Cabor mempertanyakan legal standing panitia Musorkab yang dibentuk oleh pengurus KONI Loteng. Tidak hanya itu, beberapa kebijakan pengurus KONI yang dinilai salah juga diprotes oleh peserta. Hingga akhirnya pelaksanaan Musorkab sempat diskor sekitar 20 menit pada pukul 15.30 lalu.

“Pelaksanaannya diskor sebentar, ada dinamika di dalam yang membutuhkan komunikasi antar pemangku kebijakan,” aku salah satu panitia Musorkab yang enggan dimediakan namanya ini.

Baru setelah pukul 16.00 Wita,  pelaksanaan Musorkab kembali dilanjutkan. Berjalan sekitar 30 menit, Musorkab kembali diskor untuk melaksanakan Salat Ashar dan menghasilkan kesepakatan bahwa semua Cabor diberikan hak suara. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *