Optimalkan Pelayanan, UPT PDAM Pratim Nonaktifkan Sementara 1.661 Pelanggan

Kepala UPT PDAM Pratim H Marijan ST.

LOMBOK TENGAH,Tatrapost.com Untuk mengoptimalkan pendistribusian air bersih ke pelanggan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Praya Timur (Pratim) memberlakukan kebijakan penonaktifan pelanggan di beberapa desa. Kebijakan tersebut dilalukan sejak beberapa tahun lalu.

Kepala UPT PDAM Kecamatan Pratim, H Marijan kepada Tatrapost.com di kantornya belum lama ini mengungkapkan, bahwa sejauh ini pendistribusian air bersih ke semua desa di Pratim belum bisa dilakukan. Dikarenakan pasokan atau ketersediaan air di hulu masih jadi persoalan. Sehingga selama beberapa tahun terakhir ini, pihaknya memberlakukan kebijakan penonaktifan pelanggan secara total di tiga desa. Seperti di Desa Bilelando, Semoyang dan Desa Landah. Serta dua desa yang dinonaktifkan sebagian yakni di Desa Ganti dan Desa Beleka.

Dari 5.237 pelanggan atau sambungan rumah (SR) yang tercatat di data base katanya, sekitar 3.576 pelanggan yang aktif,  sisanya 1.661 dinonaktifkan total.

“Kita non aktifkan karena memang ketersediaan air bersih sangat kurang. Kalau kita paksakan, malah akan menyebabkan kemacetan yang lama dan merata di semua desa,” aku Marijan.

Marijan pun berharap, semoga ke depan ketersediaan air bersih di hulu bisa lebih meningkat. Menyusul, dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I ada rencana untuk melakukan pembenahan jaringan dan penambahan pipa induk di sumber mata air Sesere Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara pada 2022 mendatang. Jika itu terealisasi, ia optimis pasokan air bersih di Pratim bisa dialiri optimal di semua desa. Bahkan, kebutuhan air bersih untuk desa-desa di Kecamatan Janapria hingga wilayah Desa Mertak juga bisa terpenuhi. Artinya, pendistribusiannya nanti tidak hanya menyasar desa yang menjadi sumber pelanggan aktif saja. Tetapi juga desa yang dinonaktifkan itu, bisa diaktifkan kembali.

“Kebijakan ini sudah kita sampaikan ke desa-desa tempat pelanggan yang dinonaktifkan itu.  Bahwa jika perbaikan jaringan di sumber mata air sudah dilakukan,  kita aktifkan kembali. Biar mereka tidak bayar beban juga,” jelas pria yang juga salah satu pejabat senior di PDAM Loteng ini.

Disampaikan, sekarang ini pelanggan terbesar UPT PDAM Pratim ada di Desa Mujur, Kidang, Sengkerang, Sukaraja, Marong dan sebagian di Desa Ganti dan Beleka serta di Desa Persiapan Lelong. Itu semua berjumlah 3.576 SR dan saat ini dialiri cukup lancar. Walaupun memang, pihaknya masih memberlakukan sistem jadwal.

“Kita berharap, pelanggan yang dinonaktifkan untuk sementara ini bersabar dulu, mengingat kita masih tahap perbaikan. Dari pada banyaknya saja pelanggan, tapi air tidak ada, lebih baik dinonaktifkan saja, kasian mereka harus bayar beban,” tambahnya.

Untuk diketahui lanjut pria asal Desa Kawo ini, bahwa sampai saat ini ada sekitar 200 daftar tunggu pelanggan baru yang sudah memasukkan berkasnya di kantor UPT. Namun karena belum ada penambahan pasokan air ke Pratim, berkas mereka belum bisa ditindaklanjuti. Namun demikian, adanya berkas tersebut sudah disampaikan ke kantor pusat di Praya.

Kepada calon pelanggan tersebut, pihaknya pun menyampaikan, jika sudah dilakukan perbaikan jaringan  di hulu, baru bisa diakomodir menjadi pelanggan. Bersamaan dengan pengaktifan kembali 1.661 pelanggan lama yang dinonaktifkan itu.

“Dengan kerja keras tim, selama ini kita lakukan pelayanan yang optimal ke pelanggan. Alhamdulillah pendistribusian air lancar,” pungkasnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *