Lingkungan

Pangdam Udayana Tanam Mangrove di Kidang Lombok Tengah

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI. Maruli Simanjuntak, M. Sc didampingi Danrem 162/Wira Bhakti, Dandim 1620/Loteng dan Bupati Loteng menanam pohon mangrove di Pantai Belonsong Desa Kidang, Kecamatan Pratim, Senin (13/9) sore. 

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.com Setelah meresmikan Pompa Hidran di Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang berlokasi di depan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) YPP Annashiriyah Tete Batu. Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI. Maruli Simanjuntak, M. Sc. beserta rombongan melanjutkan Kunjungan Kerjanya (Kunker) ke wilayah Kodim 1620/Loteng.

Pada Kunker di Loteng, Pangdam meninjau lokasi pembibitan Mangrove di Dusun Belonsong, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur (Pratim) sekaligus melakukan penanaman secara simbolis di pesisir pantai setempat. Kegiatan tersebut dihajatkan untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan dan dalam rangka melestarikan ekosistem pesisir pantai Loteng.

Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan sebagai tuan rumah menyampaikan selamat datang kepada Pangdam Udayana beserta rombongan yang meluangkan waktu mengunjungi lokasi pembibitan mangrove ini. Ia menjelaskan ada beberapa varian serta klasifikasi tumbuhan mangrove yang cocok untuk di tanam di pesisir Pantai Belongsong. Namun yang dikembangkan pada pembibitan ini yakni mangrove jenis Rhizophora.

“Pembibitan ini kami lakukan bersama berbagai pihak, termasuk dengan nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Bareng-Bareng Dusun Belonsong dengan jumlah bibit sebanyak 29.600 pohon dengan lama pembibitan 6 bulan,” jelas Dandim.

Alumni Akmil 2002 ini juga menambahkan, tumbuhan mangrove ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh yang dapat meredam gelombang besar. Oleh karena itu, manfaat penanaman mangrove sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana alam atau abrasi. Selain itu Dandim juga mengatakan, bahwa apa yang ditinjau hari ini terlaksana berangkat dari kepedulian TNI sesuai arahan dari Pangdam. Dimana, pihaknya bersama-sama dengan beberapa stakeholder seperti TNI, Polri, Satpol PP, Kelompok Gerajan jaga Alam dan Air (Gejala) BP DAS, Pok Nelayan, dan masyarakat setempat yang bersinergi dalam melestarikan ekosistem di pesisir pantai.

Pangdam saat meninjau lokasi pembibitan mangrove

“Dan ini merupakan komitmen bersama dalam misi sosial untuk perbaikan lingkungan hidup. Ini juga kegiatan yang sangat positif yang dimaksudkan sebagai wadah edukasi lingkungan hidup dan ekowisata masyarakat untuk lebih mencintai alam sekitar demi kebaikan di masa depan,” terang Dandim.

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI. Maruli Simanjuntak, M. Sc dalam amanatnya juga menyampaikan, bahwa apa yang dilaksanakan hari ini akan bermakna jika masyarakat menjaganya dan kelestarian lingkungan hidup secara keseluruhan. Sebab, saat ini  manusia sedang dihadapkan di situasi dimana terjadi global warming (pemanasan global). Sehingga semua pihak harus bersatu untuk mengurai hal-hal yang menyebabkan itu terjadi. Salah satunya dengan terus melestarikan alam dan secara berkala menanam pohon, termasuk tanaman mangrove di pesisir pantai. Jika tidak, kondisi alam yang setiap tahun persentase pertumbuhan pohonnya menurun itu, akan terus terjadi.

“Ini yang menjadi masalah kita. Butuh dukungan semua pihak untuk bisa membantu pemerintah mengurai persoalan ini. Sehingga mari kita semua menjaga dan merawat pohon kita, terutama mangrove yang kita tanam hari ini agar bisa hidup. Semoga kelak dikemudian hari, pohon ini akan mendatangkan manfaat bagi anak cucu generasi mendatang di kemudian hari,” seru Pangdam.

Lebih jauh disampaikan Jendral yang juga menantu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini, bahwa dengan giat dan keseriusan menjaga kelestarian alam terutama pohon ini, ada banyak keuntungan. Salah satunya yakni ketersediaan sumber mata air bersih. Jangan sampai, angka sekitar 33 juta masyarakat Indonesia yang belum bisa mengakses air bersih dengan mudah itu, terus bertambah. Termasuk di dalamnya ada di NTB dan Loteng pada khususnya. Untuk itu, dirinya datang ke Loteng untuk memberikan semangat dan mengajak semua pihak mulai dari masyarakat desa hingga pemerintah bergandengan tangan memikirkan upaya bersama mulai menelurkan inovasi dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Pangdam saat berdiskusi dengan para pecinta alam dan sosial serta Pemdes Kidang.

“Setelah kami fokus memetakan persoalan air di NTT, ternyata di NTB juga ada tempat-tempat yang sulit terjangkau air bersih. Sekali lagi, ini butuh kerjasama kita dengan mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat,” tutup mantan Komandan Paspamres ini.

Sementara itu, Bupati Loteng HL. Pathul Bahri mengutarakan, pihaknya bersama TNI-Polri selalu bersinergi untuk terus melakukan terobosan yang terbaik di daerah ini. Seperti halnya penanaman pohon mangrove ini. Dengan harapan agar yang dilakukan pemerintah dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, terutama dalam upaya menjaga alam melalui penghijauan. Tentu, dengan mengoptimalkan pengawasan dan monitoring kelestariannya.

Menurutnya, itu penting dilakukan karena ia tidak ingin kejadian puluhan tahun lalu terjadi lagi. Dimana, kelestarian mangrove di pesisir Loteng yang terbentang seluas 87 kilometer itu dirusak dan ditebang oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

“Oleh karenanya, mari kita jaga seperti apa yang disampaikan pak Pangdam tadi. Ada banyak dampak positif dari keberadaan pohon manggrove ini yang secara langsung tidak kita sadari,” kata Ketua DPC Partai Gerindra ini.

Aksi sosial yang bertujuan untuk menciptakan hutan lindung (Bakau) dengan konsep manajemen tumbuhan Mangrove ini, selain Pangdam Udayana beserta rombongan dan Dandim 1620/Loteng, juga turut dihadiri oleh Danrem 162/WB Brigjen TNI. Ahmad Rizal Ramdhani, S. Sos.,SH, M. Han., Bupati Loteng HL. Fathul Bahri Camat dan Kades wilayah setempat. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *