PDAM Tasyakuran Hari Jadi ke-30, Bupati ke Direksi: Benahi Internal dan Eksternal

Bupati Loteng HL. Pathul Bahri saat menyampaikan sambutannya pada acara tasyakuran hari jadi PDAM Tirta Ardhia Rinjani ke-30, Sabtu (27/11)

PRAYA (NTB),Tatrapost.com Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah menggelar tasyakuran hari jadinya ke-30, Sabtu (27/11) di kantor perusahaan daerah tersebut, Praya Loteng. Peringatan hari jadi tersebut, juga dirangkaikan dengan santunan anak yatim.

Dalam acara tersebut, banyak harapan disampaikan pemerintah daerah kepada jajaran direksi PDAM agar bagaimana perusahaan daerah tersebut terus memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayanan serta meningkatkan unit usaha bisnisnya.

“Kami berharap melalui momentum ini, PDAM dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terkhusus dalam penyediaan air bersih dan air lancar. Sebab air bersih dan air lancar menjadi kata kunci keberhasilan perusahaan ini dalam melayani masyarakat,” ungkap Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri dalam sambutannya.

Disampaikan, pihaknya sangat berharap besar kepada PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran direksi PDAM bersama staf yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Sehingga kebutuhan air bisa terpenuhi walaupun belum maksimal.

Sudah sejak 1991 PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan sekarang sudah 2021 yang berarti PDAM Tirta Ardhia Rinjani sudah berusia 30 tahun. Tentu itu bukanlah waktu yang sebentar, sudah banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi sehingga PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng bisa seperti sekarang ini.

“Semoga ke depannya bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kita di Lombok Tengah,” harapnya.

Pathul melanjutkan, sebagai perusahaan daerah, keberadaan PDAM Tirta Ardhia Rinjani mempunyai peran ganda. Di satu sisi sebagai institusi yang berorientasi sosial untuk memberikan layanan publik. Namun di sisi lain juga berorientasi ekonomi, yaitu untuk mendapatkan profit atau keuntungan yang bisa mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga ia juga meminta agar PDAM berekspansi ke bisnis lain. Salah satunya membuka usaha produksi air kemasan. Menurutnya, usaha itu tidak kalah menjanjikan untuk dibuka sebagai upaya untuk memperlebar ruang gerak bisnisnya guna meruap PAD yang sebesar-besarnya. 

“Saya juga meminta di usianya yang ke-30 ini, teruslah melakukan pembenahan, baik internal maupun eksternal, demi peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Secara internal, tingkatkan lagi konsolidasi organisasi. Bangun dan ciptakan komunikasi dan harmonisasi dengan semua jajaran pegawai yang ada. Buang jauh-jauh segala perbedaan yang mungkin ada selama ini. Sebab, sekecil apapun duri dalam daging yang ada dalam organisasi, dapat dipastikan akan berdampak buruk bagi kualitas kinerja perusahaan.

“Seluruh sumber daya PDAM Tirta Ardhia Rinjani harus bersatu, melangkah dan bergerak bersama menatap masa depan yang lebih baik untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Hal serupa juga dilakukan untuk tatanan eksternal. Bersama seluruh stakeholder terkait, direktur dan seluruh jajaran manajemen juga harus dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, lakukan berbagai percepatan, sehingga pengembangan jaringan dan peningkatan kuantitas dan kualitas layanan distribusi produk yang dihasilkan dapat dilaksanakan secara optimal, agar masyarakat benar-benar merasa puas dengan berbagai bentuk layanan yang diberikan.

“Lakukan optimalisasi, terobosan dan inovasi. Langkah ini penting, agar fasilitas yang dibangun dapat bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat secara maksimal,” pesannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng, Bambang Supratomo mengutarakan, bahwa peringatan hari jadi ke 30 ini merupakan bentuk rasa syukur pihaknya atas tetap eksisnya PDAM dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Selain itu, ini juga sebagai momentum awal PDAM Loteng berbenah, bangkit dan berubah untuk memberikan yang terbaik kepada stakeholder dan pelanggan yang ada sesuai dengan harapan bupati.

Perubahan yang dimaksud yakni bagaimana perusahaan daerah melayani pelanggannya secara terbuka. Perubahan itu pihaknya mulai sejak adanya perubahan komposisi direksi PDAM. Dimana, untuk mengoptimalkan pelayanan pihaknya sudah membuka call center untuk memudahkan pelanggan menyampaikan keluhannya. Cukup melalui via telepon atau via Whatsapps, sesuai dengan SOP yang ada, keluhan itu harus respon atau ditindaklanjuti 1×24 jam. Paling tidak, petugas yang ada di semua kecamatan, mengecek dan menyelesaikan apa yang dikeluhkan itu. Soal berapa lama itu bisa diselesaikan, itu persoalan teknis.

“Itu gebrakan pertama, paling tidak bisa meminimalisir gejolak dan keluhan yang selama ini kerap disampaikan pelanggan,” kata Bambang.

Selain itu, pihaknya juga membuat akun media sosial. Tujuannya yakni ingin menunjukkan kepada publik bahwa PDAM Loteng sangat terbuka untuk diberikan kritik dan saran. Termasuk juga untuk menyampaikan informasi kepada publik apa saja yang dilakukan perusahaan dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada 54 ribu pelanggan yang tersebar di 12 kecamatan.

“Poin hari ini dengan hari ulang tahun, memohon maaf kepada masyarakat Loteng atas kekurangan yang ada saat ini,” ujarnya.

Namun pihaknya menjanjikan ke depan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencoba memperbaiki segala kekurangan yang ada. Termasuk atas harapan pemerintah daerah dimana PDAM harus mampu berkembang dari sisi bisnisnya. Salah satunya membuat usaha produksi air kemasan. Makanya akan ada perubahan status badan hukum PDAM dari perusahan daerah menjadi perusahaan umum daerah. Dan perubahan ini dalam waktu dekat akan digodok oleh DPRD Loteng.

“Tujuannya untuk semakin mempermudah PDAM untuk memungkinkan tidak hanya mengelola jasa layanan air bersih tapi juga untuk membuat perusahaan air kemasan dan lain sebagainya. Itu harapan pak bupati ke depan,” ujarnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *