Kamtibmas

Pencatut Nama Tuan Guru Ibnu Khalil untuk Minta Sumbangan ke Warga, Dibebaskan

TGH. Ibnu Khalil foto bersama dengan pelaku pencatut namanya, keluarganya, Pemdes dan jajaran Polsek Janapria usai menandatangani surat perjanjian, Sabtu (11/9). 

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapoat.com Menanggapi informasi adanya oknum yang mencatut namanya, TGH. Ibnu Khalil yang juga anggota DPD RI langsung bertindak cepat dengan mendatangi Polsek Janapria, Lombok Tengah guna untuk memperjelas kejadian sebenarnya. Sesampainya di Polsek, TGH. Ibnu Khalil yang ditemani staff ahlinya, Kadus serta beberapa tokoh masyarakat dan pemuda, langsung disambut oleh Kanit Reskrim Polsek Janapria.

Di depan jajaran Polsek, TGH. Ibnu Khalil menjelaskan bahwa beliau tidak pernah menyuruh siapapun untuk mengambil pungutan ke masyarakat terkait dengan beberapa pembangunan di pondok pesantren dan yayasan yang beliau bangun. Baik sebelum menjadi DPD RI maupun setelahnya.

Disampaikan, dirinya sama sekali tidak pernah berfikir untuk menyusahkan masyarakat di dalam semua pembangunan yang beliau mau bangun. Karena baginya, prinsip pembangunan pondok pesantren serta yayasan adalah murni sebagai pengabdian untuk desa, bangsa dan negara. Serta memperkuat akidah dan akhlak generasi bangsa Indonesia.

“Saya memaafkan pelaku Muhammad Yaqub karena bagaimanapun pelaku ini adalah orang yang selalu menjadi prioritas di segala bentuk kegiatan sosial yang saya kerjakan,” ujar tuan guru.

Pelaku selama ini juga sering ikut untuk melakukan kegiatan pengajian atau kegiatan keagamaan, baik di Desa Beleka maupun di luar. Namun tidak pernah ia menduga, pelaku bisa sampai melakukan hal seperti itu. Diakui tuan guru, bahwa pelaku ini bukan orang dengan gangguan mental. Sebab, pelaku bisa melakukan aksi pencatutan nama dengan begitu rapi.

Apalagi motif yang dijalankan pelaku saat mencatut namanya saat meminta sumbangan, sangat profesional. Dimana, pelaku menyerahkan kantong plastik ke masing-masing Kadus yang ada di Dusun Tibu Sisok dan Kemiri. Kemudian pelaku berpesan kepada Kadus untuk menyerahkan kantong plastik ke masing-masing rumah dengan berpesan bahwa dana itu akan digunakan untuk pembangunan Aula Pondok Pesantren TGH. Ibnu Khalil.

“Jadi sangat tidak mungkin jika pelaku ini memiliki gangguan mental mampu melakukan hal yang begitu profesional,” kesalnya.

Akan tetapi, bagaimanapun pelaku ini adalah bagian dari keluarga besar dan yayasan. Sehingga pihaknya harus memulangkan pelaku dengan harapan pelaku bisa memperbaiki sikapnya. Semoga juga tidak akan terjadi lagi hal seperti ini. Karena baginya, ini sangat merugikan dirinya.

“Dari pihak keluarga pelaku yang ikut ke Polsek meminta agar pelaku ditangkap saja. Tapi dengan berbagai pertimbangan guna mendidik pelaku, saya memohon agar kepolisian dan keluarga bersedia membebaskan,” ungkap pria asal Desa Beleka ini.

Anggota Komite II DPD RI ini pun  berharap agar tokoh atau orang yang ada dibalik pelaku bisa segera terungkap. Karena ia menduga bahwa pelaku bisa melancarkan aksinya karena ada dalang intelektual di belakangnya. Bagaimanapun, tokoh dibalik pelaku ini adalah orang yang harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh Muhammad Yaqub. Apalagi dari pengakuannya, pelaku sudah beberapa kali melakukan hal serupa.

“Pelaku ini juga, baru bebas dari masa tahanan di Polres Lombok Timur atas kejadian pengambilan kotak amal BAZNAS di wilayah Masbagik. Jadi besar kemungkinan pelaku tidak melakukan seperti ini sendiri,” terangnya.

Alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah  Sukorejo Situbondo ini kembali berharap, semoga dengan diterbitkannya surat perjanjian ini, pelaku tidak lagi melakukan perbuatannya. Dan semoga ia mau jujur untuk mengungkap siapa yang menyuruhnya untuk melakukan aksi tersebut.

“Pelaku ini akan kami bawa pulang,  kami akan membinanya biar ke depan tidak lagi mengulangi perbuatannya seperti ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa telah diamankan seorang warga asal Dusun Jongkor, Desa Beleka Kecamatan Praya Timur (Pratim), Loteng atas nama Muhammad Yaqub karena diduga meminta sumbangan beras ke warga dengan mengatasnamakan TGH. Ibnu Khalil tanpa seizin yang bersangkutan.

Kapolsek Janapria, IPTU Muhdar mengatakan, terduga pelaku meminta diantar oleh tukang ojek menuju TKP. Sesampainya di TKP yakni rumah Halim Perdana Kusuma di Dusun Tibu Sisok, Desa Loang Maka, terduga pelaku langsung melaksanakan aksinya. Namun baru lancarkan aksi di beberapa rumah, yang bersangkutan langsung diamankan oleh warga karena dianggap telah mencoreng nama baik dari tuan guru. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *