HuKrim

Pensiun Jadi Tukang Ojek, Pemuda Asal Rembiga Ini Alih Profesi Jadi Bandar Togel

Jajaran Satreskrim Polresta Mataram saat menggelar konfrensi pers pengungkapan kasus judi online, Selasa (6/4).

MATARAM— Mantab, Tim Puma Polresta Mataram dengan cepat menangkap seorang pemuda yang diduga sebagai bandar judi togel Online. Penangkapan ini menjadi bukti Kepolisian serius memberantas perjudian di kota yang terkenal dengan motto Maju, Religius dan Berbudaya ini. Pria atau pelaku yang diringkus polisi itu berinisial LG (28 tahun), warga Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, NTB. LG diamankan pada Rabu (31/03) sekitar pukul 16.30 Wita.

“LG kami amankan di kediamannya di Rembiga. LG ini kita duga sebagai bandar judi togel Online,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (06/04).

Penangkapan LG berdasarkan informasi masyarakat. Yang mana, di kediamannya dilaporkan kerap digunakan sebagai tempat penjualan judi togel Online. Masyarakat setempat juga cukup resah dengan praktek perjudian LG.
Sesampainya polisi di TKP, LG sedang duduk santai merekap hasil penjualan togel Online.

“Lagi ngerekap dia, saat kita amankan,’’ tuturnya.

Pengeledahan dilakukan Kepolisian di TKP dan LG tidak bisa mengelak dan membantah perbuatannya di hadapan Polisi. Karena cukup banyak barang bukti yang didapati. Mulai dari buku rekening Bank, kartu ATM, satu unit Handphone, lima buah bon pembelian togel tanggal 31 Maret 2021. Serta uang tunai Rp 60 ribu hasil penjualan togel.

“Barang buktinya judi togelnya kita amankan semua,’’ bebernya.

Terungkap dari hasil interogasi petugas, LG sebelumnya berprofesi sebagai tukang ojek. Tapi sempat kecelakaan dan tidak kuat mengendarai sepeda motor lagi. Terhimpit tidak ada pendapatan, LG pun nekat beralih profesi di bidang perjudian dan menjadi bandar togel Online.

“Pelaku dulunya tukang ojek, tapi sempat terjatuh dari motor lalu dia jadi bandar togel,’’ kata Kadek.

Modusnya, LG tidak banyak menawarkan bisnis judinya namun lebih banyak pasif berdiam diri di rumah. Pelanggan atau pemesan togel lalu datang ke rumahnya.

“Kalau mau mesan, datang ke rumahnya maupun pesan nomor lewat telepon. Omzetnya dari pengakuannya itu sebanyak Rp. 300 ribu per hari. Adapun profesi tersebut sudah LG jalankan selama tiga bulan ini,’’ terangnya.

Di depan petugas juga, LG mengakui perbuatannya, tidak ada sangkalan dari jawabannya. Dia tergiur setelah kecelakaan motor yang dialaminya.

“Saya dulu ngojek. Tapi sudah kecelakaan dan jatuh. Setelah itu saya tidak bisa bawa motor kalau waktunya lama. Beberapa bulan ini saja saya mulai,” ungkapnya.

Dengan perbuatannya, LG terancam dijerat pasal 303 ayat (1) KUHP tentang perjudian dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *