HuKrim

Polda NTB Didesak Usut Tuntas Dalang Intelektual Pelaku Penganiayaan Aktivis di Mataram

Sejumlah pentolan LSM di NTB saat bersama jajaran dari Polsek Ampenan dan Polresta Mataram, Jumat (17/9/2021) malam kemarin.

PRAYA (NTB),Tatrapost.com Gabungan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi dan lainnya mendesak Kapolda NTB untuk mengusut tuntas dalang intelektual dari peristiwa pengeroyokan seorang aktivis asal Desa Bonder,  Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Sadam Husen pada Jum’at (17/9/2021) sekitar pukul 18.43 Wita di Batu Dawe, Kota Mataram.

Seperti yang disampaikan Apriadi Abdi Negara, salah satu aktivis yang juga menjadi pengacara korban mengutarakan, bahwa terduga tersangka setelah diamankan kurang lebih 2 jam sejak kejadian oleh pihak kepolisan kemudian diamankan di Polsek Ampenan. Setelah itu pihak kepolisian menanyakan kepada oknum pelaku terkait Peristiwa tersebut. Namun jawaban dari oknum pelaku tidak masuk akal dan tak lazim. Alasannya memukul saudara Saddam Husen karena mengira musuh lama.

Hal ini menurut Abdi dan kawan-kawan aktivis NTB menilai sangat tidak masuk akal dan membuat banyak orang bertanya-tanya. Apalagi dari keterangan korban, tidak ada masalah sebelum-sebelumnya. Bahkan oknum pelaku yang mengeroyoknya tidak ia kenal sama sekali begitupun dengan oknum pelaku tidak mengenal saudara korban.

“Dari peristiwa yang terjadi ini, maka kami dari Gabungan LSM se-NTB meminta kepada bapak Kapolda untuk segera bertindak mengusut tuntas dalang di balik peristiwa ini. Karena kami curiga bahwa di balik peristiwa ini ada indikasi pesanan dari oknum-oknum yang ingin melukai aktivis,” kesalnya.

Perisitiwa tersebut lanjut Alumni Fakultas Hukum Unram ini, bahwa tidak boleh dianggap sepele. Karena dengan kejadian ini, dirinya dan aktivis lainnya yang bergerak di bidang kemasyarakatan merasa terusik dan terganggu. Sehingga jika persoalan ini terus dibiarkan di wilayah NTB, akan menjadi persoalan serius.

“Kami niatnya NTB ini tetap aman dari aksi-aksi premanisme,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Abdi sangat mengapresiasi tindakan cepat dari pihak kepolisian untuk mencari oknum pelaku yang kurang dari 2 jam. Dimana, oknum pelaku langsung ditemukan dan diamankan.

“Dari mulai jajaran Polsek Ampenan, Kapolresta dan Kapolda NTB kami sangat mengapresiasinya. Namun kami meminta dengan hormat kepada Bapak Kapolda NTB untuk mengusut tuntas dugaan dalang intelektual dari peristiwa tersebut,” pintanya.

Demikian juga disampaikan Presiden Kasta NTB, Lalu Munawir Haris bahwa, pihaknya juga mendesak Polda agar mendalami motif penganiayaan tersebut. Karena ia menduga ada motif lain dari peristiwa itu yang berkaitan dengan giat korban selama ini menyuarakan keadilan dan mendampingi masyarakat memperoleh haknya.

“Harus dibongkar siapa-siapa saja yang berpotensi menjadi aktor intelektualnya, jangan hanya fokus kepada tiga terduga pelakunya. Sebab mereka itu cuma sampah kalau kita dengar pengakuannya,” singkatnya.

Dari pantauan Tatrapost.com, hingga kini sudah puluhan lembaga, organisasi dan atas nama personal sudah sepakat bergabung dalam “Koalisi Save Aktivis dan Lawan Premanisme”. Tuntutan mereka untuk menangkap semua pelaku dan membongkar dalang penganiayaan terhadap aktivis Sadam Husen. Adapun lembaga dan organisasi tersebut diantaranya:

1.​ DPP KASTA NTB.
2. LASKAR NTB
3. ​FAKTA RI.
4. ​Formapi NTB
5. JAPMA NTB
6. RUDAL
7. Pemuda Muslim NTB
8. Lembaga Deklarasi NTB
9. LIDIK NTB 
10. FPM MANDALIKA NTB  
11. DPD GMPRI
12. GAPURA NTB
13. Gong Praje
14. MPC Pemuda Pancasila Loteng
15. Komunitas Jurnalis Loteng.
16. AMS 2
17. TULUS ANGEN INDONESIA
18. Ali Alkhairy
19. LTM
30. APETAL
21. M. Fihiruddin
22. FKD Batukliang
23. Samsul Hidayat
24. AMMAR SASAMBO
25. ALARM NTB
26. KTI Loteng
27. Karang Taruna Kecamatan Pringgarata
28. FKD Praya Timur
29. SWIM.

(TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *