Pariwisata

PT. ASKRINDO Gandeng Komnas Perlindungan Anak Wujudkan The Mandalika Jadi Destinasi Ramah Anak

Komnas Perlindungan Anak dan PT. ASKRINDO saat menggelar sosialisasi Undang-Undang Perlindungan anak dan diskusi tentang Wisata Ramah Anak di Ballroom Lantai 5 Kantor Bupati Loteng, Kamis (23/03).

LOMBOK TENGAH—PT. Asuransi Kredit Indonesia atau (ASKRINDO) yang merupakan Anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Indonesia Financial Group (IFG), bersama Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) mengadakan kegiatan sosialisasi Undang-Undang Perlindungan anak dan diskusi tentang Wisata Ramah Anak di Ballroom Lantai 5 Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis (23/03).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Loteng, DR. HM. Nursiah, S.Sos, M.Si. Selain itu, juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H. Lendek Jayadi, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Ibu Hj. Winarsih Nursiah, Ketua Umum Komisi Nasional (KOMNAS) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dan dari ASKRINDO yang diwakili oleh Novem Frandika Mahardi, Kepala Unit Klaim dan Subrogasi KC Mataram, serta para pejabat terkait lingkup Pemkab Loteng lainnya.

Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah para Kepala Desa (Kades), Karang Taruna Desa (KTD) se-Kecamatan Pujut, Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, Lembaga Perlindungan Anak Desa (LPAD) di Kecamatan Pujut, para penggiat dan pemerhati wisata dan perlindungan anak yang ada di Loteng serta yang mengikuti melalui zoom dari seluruh Indonesia.

Novem Frandika yang mewakili ASKRINDO dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ini adalah bentuk kepedulian ASKRINDO terhadap masa depan anak sebagai penerus generasi bangsa ke depan. Harapannya, agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut. Anak kata Novem, perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan mereka. Untuk mewujudkan harapan tersebut, anak perlu dukungan kelembagaan dan legalitas melalui peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya.

“Kegiatan ini kami laksanakan di tiga destinasi wisata dan Mandalika adalah yang pertama kali. Kami berharap ini menjadi semangat bersama untuk mendorong industri wisata yang kreatif dan ramah anak,” imbuhnya,

Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya memilih tema sosialisai undang-undang perlindungan anak tersebut agar masyarakat memahaminya dan menjadi panduan dalam pemenuhan hak-hak anak.

“Kita sangat senang yang hadir adalah tepat sasaran yaitu perangkat desa, guru, Karang Taruna dan masyarakat yang mempunyai kepentingan untuk melindungi anak,” apreasiasi Novem.

Sementara itu, Wakil Bupati Loteng DR. H.M. Nursiah, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PT. ASKRINDO dan menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam rangka mendorong wisata yang ramah anak di Loteng.

“Terkait Mandalika dan sekitarnya, kita bisa berdiskusi di sini, memberikan masukan sehingga semakin banyak wisatawan yang akan hadir, kesejahteraan masyarakat tentu akan semakin meningkat, dan tak lupa tetap ramah anak,” tegasnya dengan penuh antusias.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait juga menerangkan, bahwa destinasi wisata harus memperhatikan adanya potensi eksploitasi seksual, trafficking sampai dengan memaksa anak untuk berjualan tanpa memperhatikan faktor keamanan dan perkembangan anak.

“Anak harus dilindungi dari segala tindakan diskriminasi yang bisa mengganggu perkembanganya, semua harus melibatkan diri dan peduli,” tutupnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *