Seorang Suami di Pelambik Loteng Tega Aniaya Istri Pakai Parang Hingga Luka 50 Jahitan

Juni alias Inaq Dusik (48), terbaring lemas di Puskesmas Darek saat dirawat.

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comKasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng). Kali ini terjadi di Dusun Bagik Pituk, Desa Pelambik,  Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) dengan korban seorang istri atas nama Juni alias Inaq Dusik (48).

Adapun pelaku kekerasan adalah suaminya sendiri atas nama Sunimah Alias Tombong (45), warga Dusun Bagik Pituk, Desa Pelambik, Prabarda.

Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Prabarda, IPTU Syamsul Bahri yang dihubungi media membenarkan peristiwa tersebut. Kapolsek menceritakan kronologis singkat kejadian dimana pada Rabu (1/12) sekitar pukul 05.30 Wita tadi pagi. 

Berdasarkan pengakuan dari korban, bahwa kejadian terjadi pada saat korban sedang duduk di teras rumahnya, tiba-tiba datang pelaku dari arah belakang dengan membawa sebilah parang. Pelaku kemudian langsung menarik tangan korban ke dalam rumah. Korban mencoba melepaskan diri dari pegangan tangan pelaku untuk kemudian berlari keluar halaman rumah. Namun pelaku mengejar korban.

Korban terjatuh kemudian pelaku langsung menebas korban menggunakan parang yang mengenai kepala, dagu sebelah kanan, tangan sebelah kiri, tangan sebelah kanan dan pinggir pelipis  mata. Atas luka tersebut, kemudian korban berteriak minta tolong.

“Korban sontak teriak minta tolong,” tutur Kapolsek.
 
Dan warga yang mendengar teriakan korban, kemudian datang melerai. Setelah itu pelaku meninggalkan TKP. Dan tak lama kemudian keluarga korban beserta warga berhamburan datang ke TKP. Kemudian membawa korban ke Puskesmas Darek.

“Korban mengalami luka jahitan sebanyak 50 jahitan,” katanya.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh korban ke Polsek Prabarda. Polisi pun kini telah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan beberapa saksi untuk mengetahui motif pelaku melakukan KDRT tersebut. Adapun saksi-saksi yang diminta keterangan diantaranya, Awinah (ibu korban sendiri) dan Rusmah alias Amaq Maimunah (60) yang sama-sama beralamatkan dusun yang sama dengan korban. 

“Kita masih lakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Pelambik Jumasan yang ditanya perihal adanya kasus KDRT di desanya pun membenarkan. Katanya, dari informasi yang ia peroleh dari warga, motif kekerasan yang dilakukan Tombong kepada istrinya yakni masalah rumah tangga saja. Ia pun tidak bisa menjelaskan secara detil seperti apa masalah yang dipersoalkan warganya tersebut kepada istrinya sehingga tega menganiaya istri hingga luka parah.

Yang jelas, kini pelaku sudah ditangkap polisi dan kini sudah diamankan di Polres Loteng.

“Ya dek, sudah diamankan polisi, ini saya sedang di Polres. Nanti kita ngobrol lebih lanjut ya,” tutup Jumasan sembari menutup ponselnya. (TP-01)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *