Pendidikan

Sidak ke Sejumlah Sekolah Dasar di Bonder, Rebe Temukan Kasek Tak Becus Jaga Fasilitas Pendidikan

Kades Bonder Selamat Riadi, S. Pd saat Sidak ke sejumlah sekolah dasar di Bonder, Senin (5/4).

LOMBOK TENGAH,Tatrapost.com— Banyaknya gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang rusak parah dan roboh di Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir-akhirnya ini mendapat perhatian berbagai kalangan. Setelah sebelumnya, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, Suhaimi menyoroti banyaknya gedung SDN yang roboh seperti yang terjadi di Sekolah Satu Atap di Torok Aik Belek Desa Montong Ajan, SDN Tengari dan gedung sekolah lainnya.

Kini, sorotan itu juga dilontarkan oleh kalangan kepala desa yakni Kades Bonder, Kecamatan Praya Barat (Prabar), Selamat Riadi. Ia mengutarakan, pihaknya Senin (5/6) lalu Sidak ke sejumlah SDN di desanya. Seperti di SDN Barebelek, Masjuring, Bonder dan SDN Kentawang. Dari Sidak itu ia bisa menilai jika Kepala Sekolah (Kasek) tidak becus mengurus pendidikan. Kasek-nya kata dia, terlalu banyak berpangku tangan dari hal-hal kecil yang tidak mesti harus pemerintah kabupaten (Pemkab) atau desa yang akan turun tangan.

“Kemarin saya turun mulai cek soal kebersihan, tampak depan SDN Barebelek menjijikkan padahal letak sekolah ini pintu masuknya jalan pariwisata. Kok tidak diperhatikan soal kebersihan depan sekolah,” sesalnya.

Selain itu, halaman sekolahnya kumuh dan bangunan terutama atapnya roboh. Mestinya, dengan kondisi tersebut sangat bisa untuk diperbaiki melalui anggaran sekolah. Tapi pihak sekolah membiarkannya sehingga berdampak pada kerusakan bangunan secara menyeluruh. Pemdes pun berharap, semua pihak harus berkontribusi membangun kesadaran soal kebersihan yang nampak jorok dan bisa dikatakan super jorok. Belum lagi jika dilihat dari segi sistem pendidikannya yang menurutnya cukup buruk. Bagaimana mungkin bisa menghasilkan anak didik yang berjiwa negarawan jika edukasi berupa pengenalan-pengenalan soal negara sangatlah minim.

“Saya kesal dan geram melihat kondisi sampah padahal lokasi sekolah ini dipinggir jalan pariwisata,” ujarnya kepada Tatrapost.com, Rabu (7/4).

“Semua kepala sekolah dari 4 SDN di Bonder saya temui, ada satu saja sekolah yang kondisinya cukup nyaman tapi saya tidak sebutkan,” sambungnya.

Kades muda ini pun menegaskan, jika Kades dalam mengelola dan mengurus sekolah yang ada di desanya ini seperti ini terus, ia mengancam bakal mengadukan dan meminta bupati serta dinas terkait untuk hengkang di Desa Bonder. Langkah itu ia akan tempuh karena Pemdes tidak ingin generasi di desanya tidak maksimal dididik.

“Soal sampah dan robohnya bangunan menurut saya disebabkan karena adanya kerusakan sederhana yang bisa di perbaiki tapi kok dibiarkan dan seolah-olah ditunggu roboh. Ya wajar menjalar ke kerusakan bagian lain,” terangnya.

Dikatakan Rebe sapaan akrap aktivis muda ini, apa yang disampaikan oleh Politisi PDI Perjuangan, Suhaimi di salah satu media online itu benar adanya. Menurutnya, patut dipertanyakan kemana dana bos yang mereka kelola selama ini dan dilaporkan setiap tahun penggunaannya. Padahal jika pengelolaannya jelas dan baik, tidak akan ada gedung sekolah yang roboh.

“Selanjutnya hubungan sekolah dengan Pemdes selama ini juga tidak terjalin dengan baik. Saya turun Sidak malah desa diminta all out di sekolah tersebut, leading sektornya kan jelas, parah pokoknya,” aku Rebe

Oleh karena itu, ia berharap agar pihak sekolah lebih peduli dengan kondisi sekolahnya di masa pandemi ini. Baik soal kebersihan, pendidikan anak didik dan kondisi gedung sekolahnya sendiri. Ia pun ingin melihat gebrakan sekolah pekan depan. Jika tidak diindahkan, ia mengancam tidak akan segan-segan bersikap.

“Minggu depan tidak diindahkan, awas kami tidak segan-segan bersikap,” geramnya lagi.

Sebelumnya, diberitakan oleh Suaralomboknews.com bahwa Politisi PDI Perjuangan yang juga anggota DPRD Loteng, Suhaimi mempertanyakan penggunaan dana 30 persen untuk pemeliharaan gedung sekolah setiap tahun yang bersumber dari Dana BOS. Karena ia melihat, sangat tidak masuk akal jika ada gedung sekolah yang roboh.

“Jika dana 30 persen itu dipakai tepat sasaran setiap tahun untuk rehab dan pemeliharaan, tidak akan ada gedung sekolah yang rusak parah apalagi sampai roboh,” sebut Suhaimi kemarin. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *