Suhaimi Minta Pemda Loteng Tak Pakai Kacamata Kuda Buat Kebijakan

Ketua DPC PDI Perjuangan Loteng Suhaimi SH yang juga Ketua Bapemperda DPRD Loteng

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comRespon atas mutasi pejabat Eselon III dan IV oleh Pemda Lombok Tengah (Loteng) yang baru lalu ternyata masih belum usai. Kali ini Ketua PDIP Loteng Suhaimi SH, pun akhirnya memberi pernyataan.

Ini juga dimaksudkan untuk menanggapi suara-suara yang muncul dari partai politik dan kelompok relawan sebelumnya. Pada statemen politiknya, Suhaimi tidak hanya fokus pada mutasi itu saja. Namun juga terkait bagaimana pejabat vital Loteng menanggapi kritik.

“Melihat respon dan kritik yang bermunculan ini, sepertinya Pemda perlu untuk diingatkan lagi agar lebih berhati-hati ketika membuat kebijakan-kebijakan. Tidak sepihak tertutup dengan kacamata kuda,” pesan Suhaimi penuh makna saat memberi pernyataan di hadapan media (6/1/2022).

Masih dalam kaitan yang sama, pria yang juga menjabat Ketua Bapemperda DPRD Loteng ini mencontohkan saat Pemda Loteng ketika melakukan kebijakan mutasi. Menurutnya, haruslah betul-betul melihat kemanfaatan lembaga dengan menempatkan SDM-nya pada posisi yang tepat.

“Kompetensi SDM pada posisi yang sesuai itu memang betul harus dilakukan. Tidak atas dasar keinginan saja, tapi lebih mengedepankan kebutuhan. Bukannya kita ini ingin merubah pola-pola lama dengan semangat kebaruan untuk memajukan Lombok Tengah? Jika iya, lalu seperti apa cara yang digunakan sekarang? Wajar banyak orang memberi respon kritik, terutama kita yang sebagai partai pengusung tentu secara moral dan politik ikut bertanggung jawab jika ada yang bertanya,” ujar Suhaimi.

Untuk itu, lebih lanjut Suhaimi memberikan pandangan bahwa perbaikan harus segera dilakukan. Evaluasi semua lini sesegera mungkin. Kemudian lakukan perbaikan dengan tidak hanya mengakomodir kepentingan pihak tertentu.

“Termasuk juga cara menanggapi kritik. Ini penting, ya wajarlah kita sebagai pengusung melakukan protes. Tidak bisa hanya dengan ampure, maaf atau apalah itu. Juga jangan kita dijawab dengan kalimat ini masalah puas dan tidak puas. Apa-apaan itu! Kalau membuat kebijakan sepihak dan tertutup seperti itu, ya orang tidak akan puas. Catat itu!” demikian anggota DPRD Loteng dua periode ini menegaskan. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *