Terdampak Paling Parah, Warga Mertak dan Kuta Masih Dihantui Banjir Susulan

Warga bersama polisi saat mengevaluasi barang-barang berharganya, kemarin malam.

LOMBOK TENGAH,Tatrapost.com– Bencana alam berupa banjir menerjang setidaknya tiga Kecamatan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan di semua wilayah Loteng itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.35 Wita, Sabtu malam (30/1). 
Adapun Kecamatan itu yakni Kecamatan Pujut, Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda).

“Untuk di Kecamatan Pujut, ada lima desa yang terkena dampak banjir. Desa Mertak, Sukadana,  Tumpak, Pengembur, dan Desa Kuta,” ungkap Ketua Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, Sri Anom Putra Sanjaya ketika dihubungi Tatrapost.com.

Anom menjelaskan, salah satu faktor penyebab dari banjir tersebut adalah pegunungan yang sebagian besar sudah gundul karana alih fungsi lahan di wilayah Selatan Loteng ini.

“Faktornya karena banyaknya gunung kita di sini yang gundul,” ujarnya.

Namun kata Anom, banjir yang terjadi tersebut kini airnya sudah surut sejak kemarin malam. Namun demikian, warga yang terdampak masih dihantui akan adanya banjir susulan. Terutama warga Desa Mertak dan Kuta. Mengingat, hujan dengan intensitas tinggi di masih bisa saja terjadi. Terlebih, beberapa fasilitas seperti jembatan dan lainnya sudah ambruk.

“Disini ada sepeda motor milik warga terendam hingga hanyut oleh banjir dan beberapa jambatan mulai putus, hewan ternaknya juga,” imbuhnya.

Sebagai Ketua KTK Pujut, ia berharap agar aparat dari TNI, Polri, Pol PP dan lainnya tetap berjaga-jaga untuk kemungkinan terjadinya banjir susulan terutama jika terjadi pada malam hari lagi. Jangan sampai seperti pada banjir kemarin, dimana warga terdampak sangt sulit mendapat bantuan karena sebagian besar tetangganya juga ikut terdampak. Terutama di Desa Kuta yang sebagian besar dusunnya terendam banjir.

“Kita juga berharap para relawan ikut membantu,” harapnya.

“Dan kami di Desa Mertak yang terdampak banjir dengan ketinggian air rata-rata di atas lutut orang dewasa melanda beberapa dusun. Seperti di Dusun Muntung Denong, Serenang, Pako (Jembatan Pako) Kelekuh, Mertak, Bumbang, Batu Goleng, Takar-Akar dan Dusun Awang,” sambung pemuda asal Desa Mertak ini.

Anggota BPD Desa Kuta, Alus Darmiah ketika dikonfirmasi juga menceritakan, bahwa banjir di wilayahnya di Dusun Ujung Lauk juga terjadi sekitar pukul 17.12 Wita dan surut sekitar pukul 11.30 Wita. Katanya, di desanya setidaknya ada 16 dusun yang terkena dampak banjir dengan ketinggian air mulai dari lutut sampai perut orang dewasa. Adapun yang terparah terjadi di Dusun Batu Riti, Sekar Kunung, Mong I, Mong II, Kuta I, Kuta II, Rangkap, Ujung Lauk dan Dusun Ebunut yang ada di kawasan Sirkuit MotoGP. Dari kondisi ini, ratusan Kepala Keluarga (KK) terdampak. Termasuk puluhan hotel, villa, homestay dan fasilitas pariwisata lainnya juga. Bahkan, dibeberapa titik masih digenangi air terutama yang ada di dataran rendah seperti kawasan yang ada di wilayah kantor desa. Namun, tidak sedikit dari warga yang terdampak sudah kembali kerumahnya dan melakukan pembersihan karena air bah-nya sudah surut.

“Sebagian besar warga sudah dievakuasi kemarin malam oleh BPBD Loteng ke dataran tinggi, ada yang ke rumah keluarganya. Sisanya masih bertahan karena takut barang berharganya hilang,” tutur pria yang saat ini sedang mengungsi bersama keluarganya di Dusun Mong III ini.

Ketua Forum BPD Kecamatan Pujut ini menambahkan, untuk saat ini belum diketahui pasti berapa KK yang benar-benar terdampak banjir. Sebab, hingga kini Pemdes masih melakukan pendataan. Termasuk mendata kerugian yang ditimbulkan oleh bencana ini. Sedangkan untuk posko utama  yang digunakan untuk penampungan bantuan, Pemdes sudah menggunakan kantor desa. Ia pun meminta kepada para donatur atau relawan yang kiranya mau berdonasi membantu warga yang terdampak, hendaknya menghubungi Pemdes di kantor desa. Untuk sementara ini, diakuinya baru beberapa pihak sudah menyalurkan bantuannya, salah satunya dari LAZ Dasi Loteng. Sedangkan dari pemerintah daerah informasinya masih dalam perjalanan.

“Kami juga harap aparat terus berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Karena warga kami masih dihantui banjir susulan,” pintanya.

Kades Pengembur, Moh. Sultan juga mengaku, di desanya banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.00 Wita dan terjadi di empat titik. Diantaranya di Dusun Sinah, Montong Balas, Senang dan Dusun Batu Belek. Adapun banjir kata Kades muda ini, disebabkan karena luapan air sungai kiriman dari hulu ke hilir. Sehingga air merendam beberapa rumah warga. Selain itu, luapan air sungai yang menggenangi rumah warga tingginya hampir mencapai perut orang dewasa.

“Tapi alhamdulillah tidak ada korban, terimakasih kepada seluruh warga yang bahu membahu dalam mengevakuasi barang rumah tangga warga yang terdampak ke tempat yang aman, kita terus monitor,” tulisnya dalam akun medsosnya, kemarin malam.

Dari informasi yang dihimpun Tatrapost.com, di Kecamatan Prabar, banjir juga menerjang beberapa desa. Diantaranya, Desa Selong Belanak, Bonder, Mangkung, Kateng dan Desa Banyu Urip. Hanya saja, desa-desa ini tidak separah Desa Kuta dan Desa Mertak. Namun hanya menggenangi beberapa KK saja. Itupun terjadi di dusun dan rumah yang air sungainya meluap. Sehingga ketika hujan reda, airnya dengan cepat surut.

Di wilayah Desa Mangkung misalnya, disana hanya menerjang jembatan penghubung Desa Mangkung dengan Desa Selong Belanak. Dimana, sebelumnya air sungai terlihat meluap memenuhi area badan jalan dan jembatan. Demikian juga terjadi di Desa Banyu Urip, dimana akibat meluapnya air salah satu sungai di desa ini mengakibatkan bajir di tiga dusun. Dusun Pepekat, Lengkok Mate dan Dusun Prapak. Akibatnya, puluhan rumah warga tergenang banjir.

“Puluhan rumah terdampak banjir disini,” kata Sekdes Banyu Urip, Muhammad Samian, kemarin malam.

Beberapa desa di wilayah Kecamatan Prabarda juga terdampak banjir. Seperti Desa Kabul dan Desa Ungga.

Sementara itu, pada Pukul 00.30 Wita Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho bersama Dandim Loteng Letkol INF I Putu Tangkas Wiratawan didampingi Kapolsek Kuta IPTU Muh. Fajri turun kelokasi titik banjir yaitu di Dusun Baturiti Desa Kuta dan Dusun Muntung Denong Desa Mertak.

“Saya bersama Dandim, dalam hal ini langsung turun ke lokasi guna memastikan keamanan bagi masyarakat atau warga yang terdampak banjir,” kata Esty.

Sejak pukul 20.00 Wita pihaknya sudah menerima laporan, bahwa adanya banjir yang melanda beberara wilayah Loteng akibat hujan lebat yang mengguyur. Setidaknya personnel Polres Loteng sudah diturunkan sejak menerima laporan tersebut beserta perlengkapan. Seperti perahu karet, kano, tali, pelampung dan geregaji mesin untuk mengantisipasi adanya warga yang butuh dievakuasi.

“Untuk personel kita sudah terjunkan dibeberapa titik banjir dengan perlengkapan lengkap, untuk membantu evakuasi warga yang terdampak,” jelasnya.

Lanjut Esty, setelah melakukan pengecekan dibeberapa lokasi sementara belum ada laporan terkait adanya korban jiwa akibat banjir tersebut. Untuk kerugian materil masih belum bisa didata. Mengingat warga ada yang mengungsi di wilayah dataran tinggi dan ada pula yang bertahan dirumah masing-masing.

“Setelah kami cek dibeberapa titik, belum ada korban jiwa dan alhamdulilah air sudah mulai agak surut,” terangnya.

(tar/Tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *