Pariwisata

Tujuh Produk Unggulan Loteng Siap Masuk Pasar MotoGP

Wabup Loteng HM. Nursiah saat memimpin Rakor membahas kesiapan produk IKM/UMKM untuk mendukung event MotoGP bersama dinas terkait dan pelaku UMKM di Ruang Rapat Bupati Lantai 5, Selasa (30/3) sore.

PRAYA—Pergelaran balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika tinggal menghitung bulan. Berbagai persiapan terus dimatangkan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi. Salah satunya, persiapan untuk menghadirkan produk lokal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mau dimasukkan di pasar event MotoGP. Terhadap hal ini, Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM. Nursiah meminta sejumlah OPD terkait mulai fokus berbenah dan berkolaborasi mempersiapkan itu semua.

“Rapat ini untuk mendegar langsung persiapan, saran dan masukan rekan-rekan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau pelaku UMKM kita. Seperti apa kondisi mereka dalam membuat produk, Itu yang kita mau tahu terutama perkembangan kesiapan 7 jenis produk itu,” ungkap Wabup Loteng, HM. Nursiah saat memimpin Rakor membahas kesiapan produk UMKM untuk mendukung event MotoGP di Ruang Rapat Bupati Lantai 5, Selasa (30/3) sore.

Dikatakan Wabup bahwa, sebelum pelaksanaan event MotoGP yang tinggal menghitung bulan ini ia ingin mengetahui secara jelas data design produk yang diproduksi UMKM. Selain itu, apa yang menjadi keluhan dan masukan para pelaku UMKM bisa diketahui dari awal. Oleh karenanya, ia sangat berharap dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta dinas terkait lainnya fokus berbenah. Karena baginya, produk unggulan yang bakal mewarnai event MotoGP ini harus diproduksi secara maksimal dan sesuai dengan standar serta branding yang disepakati oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor lokal ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika mulai tahun ini. Selain itu, ini juga merupakan pertaruhan nama daerah di mata dunia.

“Sekali lagi, kita harus bersiap dan lakukan evaluasi bersama demi produk kita bisa masuk sesuai standar MGPA. Kasian pelaku UMKM kita, sudah lama berdiri dan berproduksi lalu tidak jelas persiapan kita selaku pemerintah,” tekan mantan Kadis Pariwisata Loteng ini.

“Kita juga sudah minta ITDC melalui MGPA agar produk IKM Lombok Tengah diprioritaskan dan pihak ITDC siap, tentu kita harus maksimal persiapan di sisa waktu pelaksanaan event MotoGP atau Superbike,” sambung mantan Sekda Loteng jebolan IPDN ini.

Kepala Disperindag Loteng, H Saman juga mengutarakan, bahwa dari hasil verifikasi pihaknya dan sesuai yang direkomendasikan oleh MGPA, ada tujuh jenis hasil produk kerajinan para pelaku IKM Loteng berupa sovenir yang bakal masuk mendukung pasar pergelaran MotoGP. Diantaranya, Gerabah, Perak, Rotan Ketak, Rotan Bambu, Kulit, tenun dan kerajinan Sasambo. Namun dari semua itu, memiliki sekitar 29 jenis kerajinan turunannya lagi. Dari semua itu, pihaknya mengklaim sudah siap dan sudah mulai berproduksi. Bahkan, antara sovenir yang satu dengan lainnya saling berkolaborasi.

“Tinggal kita tunggu branding atau lisensi dari MGPA. Tapi kita berharap pihak MGPA tidak mengekspose dulu biar produk IKM kami ini miliki hak paten yang asli dan tersendiri,” ujar Saman.

Kadis yang juga pengusaha tenun Sukarara ini menegaskan, bahwa untuk bisa masuk pasar MotoGP, tidak sembarang. Souvenir yang dihasilkan IKM harus jelas design, ukuran dan lainnya, sesuai dengan permintaan MGPA. Terhadap hal tersebut, Disperindag sudah persiapkan SDM para pelaku IKM dan UMKM yang jumlahnya 30 orang itu melalui pelatihan.

“Yang jelas, kita sudah siap walau memang belum 100 persen produk sesuai harapan MGPA. Makanya kita tunggu kesiapan MGPA meberikan kepastian terkait kuota yang diberikan Lombok Tengah, baik untuk ukuran kecil maupun besar,” harapnya.

Senada juga disampaikan Kadis Koperasi dan UKM Loteng, M. Ikhsan, bahwa selama beberapa kali rapat perihal persiapan menyambut pasar MotoGP ini, pihaknya sudah melakukan pendataan kebutuhan produk souvenir dan sudah menaruhnya dalam draft rancangan program kerja dinasnya. Namun, baginya apa yang diwacanakan itu tidak ada artinya tanpa ada kerjasama semua pihak. Terutama sejumlah OPD terkait serta para pelaku IKM. Selain itu, ia juga meminta agar ITDC melalui MGPA nantinya lebih awal memperjelas harga produk souvenir yang diproduksi IKM Loteng, sebelum produksinya jauh lebih besar lagi. Karena bagi pelaku IKM, soal harga ini juga penting dan mempengaruhi produktifitas mereka disisa waktu beberapa bulan lagi ini.

“Komunikasi dan koordinasi kami dengan rekan-rekan pelaku IKM ini cukup bagus, intinya mereka siap bermitra dengan MGPA sebagai penyuplai 7 jenis souvenir yang diminta itu,” aku mantan Kabag Ekonomi Setda Loteng ini.

“Termasuk kami di IKM Tenun di Sukarara juga sudah banyak persiapan,” sambung Supriadi, salah satu pelaku IKM asal Desa Sukarara.

Menurut Supriadi, sebagai penghasil tenun pihaknya sudah siap berkolaborasi dan bermitra dengan MGPA sesuai kesepakatan awal itu. Namun demikian, selama berproduksi ini pihaknya mengaku mendapat banyak kendala dan permasalahan. Seperti masalah bahan baku, permodalan dan sarana serta prasarana pendukung.

“Kami sangat berharap Pemda bisa membantu,” cetusnya.

Sementara itu, Managing Director The Mandalika (ITDC) Bram Subiandoro memastikan bahwa pergelaran MotoGP 2021 bisa dilaksanakan di Sirkuit Mandalika. Hanya saja, sementara ini pihaknya masih menunggu dilakukannya pengecekan dan evaluasi sirkuit yang bakal dilakukan oleh pihak Dorna Sport selaku penyelenggara MotoGP pada awal April mendatang. Sehingga, jika ditanya kapan siap menggelar balapan MotoGP dan mengambil hasil produk IKM Loteng, sekarang saja pihaknya sudah siap. Namun itu tadi, pihaknya masih menunggu kepastian lolos tidaknya Sirkuit MotoGP Mandalika sebagai penyelenggara pasca pembangunanya final nanti.

Sekarang ini, pihaknya sedang fokus persiapan agar The Mandalika bisa lolos sebagai tuan rumah dan uji coba dari Dorna Sport berjalan lancar. Yang jelas, pihaknya siap untuk membina rekan-rekan IKM, untuk itu ia meminta agar mereka jangan takut dan khawatir. Karena nantinya, di produk itu juga akan ditaruhkan logo Indonesian MotoGP sebagai lisensinya. Tapi itu akan dilakukan setelah Sirkuit Mandalika resmi lolos sebagai penyelenggara event MotoGP.

“Jangan takut bapak ibu, nanti Sirkuit Mandalika tidak hanya akan menjadi tuan rumah MotoGP saja tapi juga bakal menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan World Superbike dari 2021 hingga 2025 juga,” ujarnya.

“Soal kendala pelaku IKM di bahan baku dan sarana pendukukung itu, tolong Disperindag perhatikan itu, sekali lagi kita harus fokus,” lanjut Wabup Loteng HM. Nursiah.

Lebih jauh Wabup meminta agar Disperindag dan Dinas Koperasi dan UKM menyiapkan waktu khusus untuk berkunjung ke semua sentra produksi souvenir atau IKM itu. Bila perlu buat tim khusus yang melibatkan dinas terkait. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan produksi mereka, termasuk kendala yang mereka hadapi selama ini. Jangan sampai kata dia, Pemda tidak tahu perkembangan di bawah. Demikian juga, data-data hasil produksi mereka harus jelas agar jelas pula kemampuan Loteng menyuplai produk souvenir ke pasar MotoGP.

“Kita harus serius, tolong Kepala Bidang di Disperindag fokus untuk ini. Perhatikan IKM kita yang lolos verifikasi MGPA. Produksinya berapa sekarang dan mampunya berapa untuk suplay?. Data-data ini harus jelas semua, karena jangan sampai kita hanya bisa mengatakan jangan sampai kita jadi penonton di rumah sendiri tapi kita belum maksimal membina masyarakat,” pesan Nursiah. (TP-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *