Warga Batu Jangkih Kecewa, Proyek Puskesmas Mangkrak Setelah Diputus Kontrak

Nampak Puskesmas Batu Jangkih dari depan saat proses pengerjaan beberapa waktu lalu

LOMBOK TENGAH (NTB),Tatrapost.comPemutusan kontrak kerja proyek pembangunan UPTD Puskesmas Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) yang dikerjakan oleh CV. Rangga Makazza melalui DAK Reguler senilai Rp. 7 miliar di Dusun Batu Jangkih, Desa Batu Jangkih, kini menyisakan persoalan di tengah masyarakat.

Masyarakat sangat menyayangkan progres proyek Puskesmas tidak tuntas sesuai dengan kontrak kerja. Pasalnya, hajatan masyarakat untuk segera menempati gagal terealisasi. Kondisi ini pun sangat disayangkan banyak pihak.

Seperti yang disampaikan salah satu warga Dusun Pandan Tinggang Desa Batu Jangkih, Taqiuddin. Ia sangat menyayangkan gedung Puskesmas tersebut tidak tuntas sesuai dengan kontrak kerjanya. Sebab, fasilitas ini sudah lama dinantikan masyarakat dikarenakan di tempat sementara saat ini, di SMP 2 Prabarda tidak bisa maksimal pelayanannya.

“Kalau tidak bisa selsai sesegera mungkin, warga akan aksi ke Dikes. Kasian masyarakat, terlalu lama pelayanan kesehatannya terganggu,” kesalnya.

Dikatakan Taqi, sejak awal warga memang khawatir terkait pengerjaan proyek tersebut. Terlebih, setelah kualitasnya menjadi sorotan, pertanyaan hingga sempat disoal warga di awal pembangunan beberapa bulan lalu. Belum lagi, terkait plang proyek yang mencantumkan anggaran pengerjaan secara umum, tak pernah dipasang sampai saat ini.

“Pemutusan kontrak ini saja kami tahu dari media karena tidak adanya plang proyek,” ujarnya.

Kepala Dusun Batu Jangkih, Mahyudin juga mengaku, bahwa dengan telah diputusnya kontrak pengerjaan Puskesmas tersebut, masyarakat merasa sangat dirugikan. Dikarenakan, pengerjaannya terlalu lama membuat pelayanan kesehatan semakin lama terganggu.

Di SMP 2 itu, fasilitas tidak memadai dan peserta didik juga sudah aktif bersekolah. Tentu, mereka juga terganggu. Sehingga kalau warga disuruh memilih, mereka lebih baik dirawat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Hanya saja, itu tidak dilakukan karena terbentur biaya ketika dibawa ke rumah sakit. Sehingga warga mempertanyakan, sampai kapan gedung Puskesmas ini mangkrak setelah kontrak kerja kontraktor sebelumnya diputus.

“Kalau saya dengar informasi, masa pengerjaannya yang kemarin 180 hari atau 6 bulan. Itu sebenarnya sudah jauh dari cukup waktu pengerjaan. Tapi kok kontraktornya lelet. Itu pertanda jika proyek ini penuh persoalan dan bermasalah,” tegasnya.

Atas kondisi ini kata Mahyun, Pemkab dalam hal ini Dikes harus tanggap dan segera mencari solusi  agar masyarakat tidak dirugikan. Sebelum kekecewaan masyarakat memuncak. Apalagi ini fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan. Artinya, tindak lanjut pengerjaannya harus segera ada kepastian.

“Intinya, Dikes harus tegas dan tanggap, jangan terlalu lama dibiarkan mangkrak,” harapnya.

Sementara itu, Kades Batu Jangkih H Sentum juga ikut berkomentar terkait mangkraknya pembangunan  Puskesmas Batu Jangkih setelah kontrak pengerjaannya diputus oleh Pemkab. Katanya, dari informasi warga, pihak kontraktor sudah membawa semua barang-barang kebutuhan pengerjaan sejak beberapa hari lalu. Dan kini tidak ada aktifitas sama sekali. Hanya saja, yang jadi soal, ada warganya yang menjadi pengesup material belum dibayar sekitar Rp. 70 juta sampai saat ini. Di satu sisi, kontraktor kabur entah kemana dan pengesup bingung mau mencari kontraktor kemana.

“Siapa yang akan bertanggung jawab kalau begini, kasian dia (pengesup, Red),” akunya.

Mantan Sekdes Batu Jangkih ini menambahkan, terkait progres pembangunan, ia melihat baru 70 persen terealisasi. Karena ada beberapa item proyek belum tuntas atau dipasang. Seperti pintu, keramik, jendela, penataan halaman dan lainnya. Oleh karena itu, ia berharap Dikes segera bertindak untuk melanjutkan pembangunan agar segera bisa ditempati.

“Kami berharap Dikes jangan terlalu lama membiarkan proyek ini mangkrak, kasian masyarakat kami,” tegasnya. (TP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *